Nonton Konser Noah, Ibu-ibu Ini Diprotes Anak

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ariel Vokalis Group band Noah dalam konser yang bertajuk

    Ariel Vokalis Group band Noah dalam konser yang bertajuk "The Greatest Session Of The Hystory" di MEIS Ancol, Jakarta, (2/11) malam. Tempo/Dian Triyuli Handoko

    TEMPO.CO, Jakarta - Konser band Noah di Mata Elang International Stadium (MEIS), Ancol, Jakarta, 2 November 2012, menyisakan cerita menarik dari beberapa penonton. Syarifa Aida, Jesmawati, dan Susi Herawati, tiga orang penonton dari kalangan ibu rumah tangga ini, diprotes anak-anak mereka karena menonton konser Noah.

    "Kita dibilang egois karena enggak ngajak mereka," ujar Syarifa seusai menyaksikan Ariel dkk.

    Mereka sengaja tak membawa serta anak-anak mereka ke sana lantaran takut mendapat larangan dari penyelenggara konser. "Masih 9 tahun umurnya. Takutnya enggak bisa masuk," ujar Syarifa. "Lagian selesainya kan sampai malam," kata Susi.

    Di luar itu, ketiga ibu-ibu berbusana trendi ini mengaku puas bisa menyaksikan konser Noah. Mereka sudah melirik Ariel dkk sejak nama Peterpan masih dipakai. "Kita nge-fans sudah lama," kata Syarifa, yang mengaku berusia 40 tahun ini.

    Kehadiran mereka malam itu membuktikan bahwa popularitas Noah, terutama sang vokalis, Ariel, bisa dirasakan semua kalangan dan berbagai usia. Animo penonton juga cukup tinggi karena konser itu dihadiri lebih dari 3.000 kepala.

    Penampilan Ariel, Lukman, Reza, Uki, dan David semalam, merupakan puncak dari perayaan untuk menandai kembalinya Noah ke belantika musik Indonesia.

    YAZIR FAROUK

    Berita lain:
    Kostum Khusus Konser Wonder Girl Malam Ini

    Creed Bakal Entak Jakarta Malam Ini 

    Noah Hadirkan Kenangan Peterpan 

    Ketika Ariel 'Noah' Memainkan Saksofon di Konsernya  


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ini Daftar TNI-Polri yang Pernah Menjabat sebagai Plt Gubernur

    Penunjukan anggota TNI-Polri menjadi Plt Gubernur sudah sempat terjadi beberapa kali. Penunjukan itu diputuskan oleh Mendagri saat itu, Tjahjo Kumolo.