Skyfall, James Bond Bisa Jenaka

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Mobil Aston Martin yang digunakan James Bond dipajang pada acara pemutaran perdana film terbaru agens rahasia Inggris tersebut yang berjudul 'Skyfall' di Royal Albert Hall, London October (23/10). REUTERS/Chris Helgren

    Mobil Aston Martin yang digunakan James Bond dipajang pada acara pemutaran perdana film terbaru agens rahasia Inggris tersebut yang berjudul 'Skyfall' di Royal Albert Hall, London October (23/10). REUTERS/Chris Helgren

    TEMPO.CO , Jakarta: M berdiri di balik mejanya. Di hadapan dia, sejumlah agen tengah memantau data pada komputer jinjing. M sendiri tidak terlalu memperdulikan apa yang ada di hadapannya. Semua perhatiannya tercurah pada alat pendengaran di telinganya.

    Sesekali M mengucapkan perintah. Tiap perintah yang ia berikan dapat mengubah jalan hidup seseorang. Termasuk Bond, James Bond.

    Si agen kepercayaan M itu sendiri tengah mengejar pembunuh bayaran, Patrice, di Turki. Pemangsa berdarah dingin ini menjadi incaran 007 setelah mencuri data milik M16. “Tembak,” perintah M ke agennya.

    “Dor!” Suara tembakan terdengar di telinga M. Kemudian, perempuan tua itu terdiam. Menatap hujan yang menderas di Kota London.

    Skyfall adalah judul ke-23 dari film James Bond. Di usia 50 tahun, Bond masih diperankan oleh Daniel Craig, sama seperti seri sebelumnya: Casino Royale (2006) dan Quantum of Solace (2008).

    James Bond merupakan tokoh rekaan novelis Inggris, Ian Flemming, pada 1953. Kemunculan Bond sendiri dipicu dengan kondisi Perang Dunia II. Kala bertebaran agen mata-mata di seluruh dunia.

    Karenanya, Flemming menciptakan Bond dalam karakter yang penuh prasangka dan menyelesaikan segala masalah dengan pistol. Itu gambaran James Bond di awal kelahirannya.

    Kini perang dingin sudah selesai. Dan James Bond muncul dengan tabiat berbeda. Dia bukan lagi sosok pria dingin dan kaku. Sekarang Bond tampil dengan santai.

    Di beberapa adegan, penulis naskah John Logan, Neal Purvis, dan Robert Wade berani memberikan dialog jenaka untuk Bond. Mereka juga menggambarkan M dan musuh Bond, Raoul Silva (Javier Bardem), sebagai agen yang bisa bersikap tenang, santai, dan sesekali berkelakar.

    Serius tapi santai. Begitulah tokoh Skyfall. Hasilnya mereka membuat penonton tertawa tanpa harus berbuat konyol terlebih dulu. Menariknya, kelucuan itu datang dalam naskah yang ringan. Jadi tidak perlu berpikir dulu sebelum terbahak.

    Dalam banyak seri, James Bond diperankan oleh aktor yang menawan. Tapi dibanding dengan pendahulunya, Timothy Dalton dan Pierce Brosnan, Daniel Craig kurang memesona.

    Craig memang sempat menggoda rekan kerjanya di M16. Dia juga sempat meniduri Sévérine (Bérénice Marlohe). Tapi tetap saja, Craig tidak memunculkan karakter lelaki mata keranjang. Rasanya dia bukan tipe perayu. Tidak seperti yang digambarkan James Bond selama ini.

    Lain lagi dengan sang musuh, Raoul Silva (Javier Bardem). Di Skyfall, permainan Bardem begitu mulus. Sebagai Silva, Bardem memiliki banyak dendam. Tapi ia membalas tanpa menunjukkan amarah ke sasarannya.

    Bahasa tubuh Silva tetap tenang dan santai. Hanya wajahnya saja yang menyiratkan kekecewaan. Selain jago berakting, Bardem juga mendapat bantuan dari tim tata rias. Di balik kondisi normal, kulit muka Silva bisa berubah seperti tengkorak, dalam sekejap. Keren!

    Silva kerap juga membuat mimik serta melontarkan kalimat lucu. Dan meski jahat, Bardem bisa memendam rasa benci penonton. Alih-alih tidak suka, muncul iba kepda mantan agen M16 itu. Silva memang pertama kali bertemu Bond di SkyFall, tapi ia berhasil menandingi peran si tokoh utama.

    Untuk kostum ceweknya Bond, Skyfall menggunakan rancangan Jany Temime. Gaun hitam itu dikenakan Sévérine di sebuah klub judi, Macau. Pada sisi depan gaun, Temime menggunakan kain satin. Selain bagian itu, semua sisi terbuat dari kain tile yang transparan. Dan tanpa kain atau backless di sisi punggung.

    Agar gaun terlihat gemerlap, Temime menaburkan 60 ribu kristal yang dijahit tangan. Yang unik, potongan kain satin di bagian depan tidak mengikuti lekuk tubuh Sévérine. Tapi berjarak sekitar tiga centimeter dari sisi luar pinggang dan berbentuk meliuk seperti biola. Memberikan efek sungguh langsing.

    Pada banyak film, sutradara dan pembuat naskah cenderung menaruh konflik di tengah cerita. Pada adegan awal, mereka memberikan ruang bagi pemain untuk memperkenalkan diri ke penonton. Perlahan timbullah pertentangan.

    Dalam Skyfall, konflik muncul sejak detik awal. Bersama rekannya, Bond hilir-mudik mengejar sang musuh. Di sekitar mereka peluru-peluru bermuntahan. Tak ketinggalan, hantaman bogem mentah dari Patrice. Dan penonton pun terkesiap waktu bunyi tembakan meletus.

    James Bond selalu bisa menormalkan adrenalin penonton yang keburu naik di babak awal. Sebelum masuk ke adegan selanjutnya, James Bond bakal menampilkan babak pembuka. Berisi gambar abstrak, soundtrack film, serta nama pemain serta kru film. Dan di Skyfall, sutradara Mendes tetap mempertahankan konsep itu. Keren!

    Skyfall menawarkan jalan cerita bagus, naskah ringan dan lucu, serta akhir yang tak biasa. Dengan semua itu, rasanya tidak salah kalau Skyfall diberikan predikat bintang delapan. Meski begitu, sebaiknya tidak mengajak anak di bawah usia 17 tahun untuk menonton aksi Bond. Sebab seperti film terdahulu, ada adegan syur di Skyfall.

    Skyfall

    Sutradara: Sam Mendes
    Penulis Naskah: John Logan, Neal Purvis, dan Robert Wade
    Pemain: Daniel Craig, Javier Bardem, Judi Dench, Ralph Fiennes, Naomie Harris, Bérénice Marlohe, dan Albert Finney.
    Produksi: Eon Productions
    Disistribusikan: MGM dan Sony Pictures Entertainment
    Durasi: 143 menit
    Tanggal main: 1 November 2012
    Genre: Laga

    CORNILA DESYANA

    Berita Terpopuler
    Koran Vatikan Bahas Film James Bond Skyfall

    Beli Lucasfilm, Disney Bikin Star Wars Versi Baru

    Sineas Muda Purbalingga Berjaya

    Pulp Fiction dan Reservoir Dog Akan Tayang Kembali

    50 Tahun James Bond: Lahir dari Novel dan Cerpen




     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jangan Unggah Sertifikat Vaksinasi Covid-19 ke Media Sosial

    Menkominfo Johnny G. Plate menjelaskan sejumlah bahaya bila penerima vaksin Sinovac mengunggah atau membagikan foto sertifikat vaksinasi Covid-19.