Pengalaman Free On Saturday Manggung di London  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Aryo Wahab. TEMPO/ Agung Pambudhy

    Aryo Wahab. TEMPO/ Agung Pambudhy

    TEMPO.CO, Jakarta - Band rock Free On Saturday, atau FOS, menyarankan para event organizer di Indonesia untuk studi banding ke penyelenggara acara di negeri lain. “Kalau bisa jangan cuma DPR saja yang studi banding. EO juga perlu,” kata gitaris FOS, Coky, di Hard Rock Cafe Jakarta, Kamis, 25 Oktober 2012.

    Menurut mereka, para EO Indonesia perlu mempelajari atau mencontoh bagaimana sistem kerja para EO luar negeri. Sistem kerja itu seperti cara memberi pelayanan kepada sang artis dan menyusun panggung. Coky mengatakan itu sangat diperlukan karena merupakan bentuk penghargaan terhadap artis sebagai tamu undangannya.

    Coky mengungkapkan itu setelah membandingkan pelayanan yang diterima mereka ketika tampil di Hard Rock Calling Festival, London, dengan saat mereka tampil di Indonesia. Menurut vokalis FOS, Aryo Wahab, mereka benar-benar diperlakukan layaknya bintang besar. Hal itu terjadi sejak mereka turun dari pesawat hingga mereka pulang.

    Coky merasa pelayanan yang diberikan panitia setempat lebih profesional daripada pelayanan panitia di Indonesia. “Dari mulai datang, servis artisnya saja sudah beda banget. Lebih profesional,” katanya.

    Coky mengatakan, salah satu contoh layanan profesional mereka itu dalam hal waktu. Para panitia itu sangat tepat waktu. Kemudian dalam hal penyusunan panggung, secara teknis berbeda dengan cara kerja panitia di Indonesia. “Dalam menghargai artis, London itu kan negara besar. Tapi, kita diperlakukan seperti rockstar bener-bener,” katanya.

    Pada Juli 2012, band yang beranggotakan Ariyo Wahab (vokal), Coky (lead guitar), Bey Blue (keyboard), Rival Himran (bas), Robby Funkop (drum), dan Liliek (gitar) tampil di Hyde Park, London. Mereka tampil di salah satu panggung bergengsi dunia, Hard Rock Calling 2012, setelah menang sebagai second runner up kompetisi global Hard Rock Rising.

    FOS tampil dengan membawakan enam buah lagu di festival yang pernah menampilkan musikus sekelas Stevie Wonder dan Bon Jovi itu. Lagu-lagu yang mereka bawakan berbahasa campuran, antara Indonesia dan Inggris. Namun, menurut Ariyo, apresiasi yang mereka terima dari para penonton sangat bagus. “Penonton sangat menghargai dan apresiatif sekali kepada kami,” katanya.

    MITRA TARIGAN

    Berita lain:
    50 Tahun James Bond: Lahir dari Novel dan Cerpen

    50 Tahun James Bond: Berawal di Casino Royale

    50 Tahun James Bond: Ian Fleming, Keluarga Kaya

    Sejak Bekerja, Ayu Dewi Selalu Berkurban


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    5 Fakta Vaksin Nusantara

    Vaksin Nusantara besutan mantan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto menuai pro dan kontra.