Tiket Konser Sepultura Bisa Dibeli Mulai Hari Ini

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Andreas Kisser. AP/Natacha Pisarenko

    Andreas Kisser. AP/Natacha Pisarenko

    TEMPO.CO, Jakarta - Tiket konser band thrash metal legendaris asal Brasil, Sepultura, sudah bisa dibeli mulai hari ini, Kamis, 25 Oktober 2012. "Baru hari ini bisa dibeli untuk semua kota. Bisa dibeli langsung ke penyelenggara masing-masing kota," ujar Ardie dari Revision Live kepada Tempo, Kamis, 25 Oktober 2012.

    Konser Sepultura kali ini memang melibatkan tiga promotor. Masing-masing kota dipegang eksekutor yang berbeda. Variant Entertainment memegang konser Sepultura untuk ajang Rockfest di Jakarta, Chambers Entertainment untuk di Makassar, dan Distorsi Rockaholicompany untuk di Tenggarong.

    Sementara Revision Live berperan sebagai negosiator dengan manajemen Sepultura. "Kami representative artist yang mendatangkan Sepultura. Sebagai pihak yang bernegosiasi," ujar Ardie.

    Harga karcis yang ditawarkan hanya dibuka satu kelas. Calon penonton harus merogoh kocek Rp 100 ribu untuk penampilan Sepultura di Jakarta dan Tenggarong. Sementara di Makassar dengan harga Rp 150 ribu.

    Band yang sekarang diperkuat Andreas Kisser (gitar), Paulo Jr (bas), Derrick Green (vokal), dan Eloy Casgrande (drum) ini akan memulai aksinya di ajang Kutai Kartanegara RockinFest 2012, pada 9 November 2012, di Stadion Aji Imbut, Tenggarong.

    Penampilan mereka dilanjutkan pada ajang Rockfest 2012, di Lapangan D Senayan, 10 November 2012 di Jakarta. Terakhir, mereka akan tampil di Lapangan Parkit Utara Trans Studio, Makassar, 11 November 2012.

    YAZIR FAROUK

    Berita lain:
    Keluarga Olivia Polisi, Nikita Mirzani Sulit Bebas

    Ganti Promotor, Sepultura Gebrak Tiga Kota di Indonesia

    Film Madagascar 3 di Box Office Inggris

    Anne Hathaway Kurus Demi Film


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kapal Selam 44 Tahun KRI Nanggala 402 Hilang, Negara Tetangga Ikut Mencari

    Kapal selam buatan 1977, KRI Nanggala 402, hilang kontak pada pertengahan April 2021. Tiga jam setelah Nanggala menyelam, ditemukan tumpahan minyak.