Alasan Taylor Swift Pantang Copot Baju di Panggung

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Taylor Swift. (Photo by Charles Sykes/Invision/AP)

    Taylor Swift. (Photo by Charles Sykes/Invision/AP)

    TEMPO.CO, Los Angeles - Taylor Swift tidak akan mengatakan kepada siapa suaranya akan diberikan dalam pemungutan suara pada 5 November mendatang. Dia juga menggeleng saat ditanya lagu-lagu yang diciptakannya ditujukan kepada siapa. Namun ia menjawab lugas saat ditanya mengapa--tak seperti beberapa penyanyi lain--ia tidak mencopot pakaiannya di atas panggung. 

    Penyanyi 22 tahun ini mengaku tak sama dengan artis lain soal selera berpakaian. Ia menyukai busana serba vintage di atas panggung. Bahkan, seperti saat tampil manggung pada pekan ini, ia mengenakan busana hitam berkerah tinggi, berlengan panjang, dan mengenakan legging berwarna senada. 

    Salah satu alasan ia berbusana sopan, katanya, adalah agar para penontonnya bisa berfokus pada lagu-lagu yang dibawakannya alih-alih atraksi panggung yang dibuatnya. 

    "Aku tidak benar-benar mencopot pakaianku karena aku tidak berpikir bahwa aku betul-betul bisa melepaskannya semua. Juga, kebanyakan orang hanya akan berfokus pada satu atau dua hal tentang Anda. Aku ingin orang tahu bahwa aku menulis laguku sendiri," katanya kepada The Sun.

    Alasan lainnya, Swift menolak tampil buka-bukaan karena ia ingin menjadi role model yang baik. "Akan menjadi masalah jika rekaman penampilan Anda ditonton bocah 12 tahun. Mereka menonton apa yang Anda kenakan dan akan mencontohnya," katanya. 

    Swift mencontohkan, dirinya yang sangat mengagumi Faith Hill. "Segala sesuatu yang dia katakan, lakukan, dan kenakan, aku mencoba mengikutinya. Itulah yang gadis kecil lakukan, sehingga ada tanggung jawab yang besar dan aku menganggapnya sangat serius," katanya. 

    BILLBOARD | HUFFINGTON POST | TRIP B


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi dan Tantangan Jozeph Paul Zhang, Pria yang Mengaku Nabi Ke-26

    Seorang pria mengaku sebagai nabi ke-26 melalui media sosial. Selain mengaku sebagai nabi, dia juga melontarkan tantangan. Dialah Jozeph Paul Zhang.