Soulfly Bawa Kejayaan Era Sepultura

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Vokalis Soulfly, Max Cavalera ketika melakukan konser bersama Bandnya di Plaza Selatan Senayan, Jakarta, (21/10). Konser ini merupakan konser Perdana Soulfly di Indonesia. TEMPO/Seto Wardhana.

    Vokalis Soulfly, Max Cavalera ketika melakukan konser bersama Bandnya di Plaza Selatan Senayan, Jakarta, (21/10). Konser ini merupakan konser Perdana Soulfly di Indonesia. TEMPO/Seto Wardhana.

    TEMPO.CO, Jakarta - Band metal Amerika Serikat Soulfly menggelar konser di Plaza Selatan Senayan, Jakarta, Ahad malam, 21 Oktober 2012. Dalam aksinya, Max Cavalera dkk berusaha memutar waktu untuk kembali ke era kejayaan band lamanya, Sepultura.

    Semua terasa karena beberapa lagu yang dipopulerkan Sepultura juga ikut dimainkan Max dkk. Hal ini wajar karena ketika memperkuat Sepultura sejak 1984 sampai 1996, Max mendominasi sebagai pengarang lagunya.

    Refuse/Resist merupakan lagu pertama dari Sepultura yang dibawakan Soulfly malam itu. Suara perkusi sebagai intro lagu segera memancing histeria sekitar 2.700 penonton sambil bersiap membuat circle pit di tengah area konser.

    Pada pertengahan durasi lagu, Max yang kini berusia 43 tahun itu sempat memprovokasi penonton agar lebih ekstrem lagi menikmati alunan musik. "Ayo buat putaran yang lebih besar lagi di sana," teriak Max disambut acungan tiga jari para penonton.

    Selain Refuse/Resist, ada beberapa lagu lainnya di album Sepultura yang bikin para metalhead (pecinta musik metal) semakin brutal. Di antaranya, Arise dari album Arise (1991), Troops of Doom dari album Morbid Visions (1986), Territory dari album Chaos A.D (1993), dan Roots Bloody Roots dari album Roots (1996).

    Sementara dari album studio Soulfly sendiri, Max membawakan 12 lagu. Ada World Scum, Intervention, dan Plata O Plomo dari album teranyar Enslaved (2012). Prophecy, Execution Style, dan Defeat U dari album Prophecy (2004). Kemudian ada Eye For An Eye dari album Soulfly (1998), Back To The Primitive dan Jumpdafuckup dari album Primitive (2000), Blood Fire War Hate dari album Conquer (2008), Frontlines dari album Dark Ages (2005), serta Rase of The Fallen dari album Omen (2010).

    Meskipun suara dari sound system kerap kali tak terdengar stabil, penampilan Soulfly terbilang sukses menghibur penonton. Setidaknya penonton bisa merasakan langsung aura Max sebagai salah satu pelopor musik metal di dunia.

    Didirikan di Phoenix, Arizona, Amerika Serikat tahun 1997, Soulfly sudah menelurkan delapan album studio. Sekarang band ini diperkuat Max Cavalera (gitar, vokal), Marc Rizzo (gitar), Tony Campos (bas), dan David Kinkade (drum).

    YAZIR FAROUK

    Berita lain:
    Sucker Head dan Unearth Buka Konser Soulfly

    Tiket Konser Soulfly Sudah Terjual 70 Persen

    Baru Tiba Siang, Soulfly Gempur Jakarta Malam Ini 

    Jokowi Akan Menonton Konser Guns N Roses 

    Hari Ini, Koil Gelar Konser Akustik di Bandung


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Protokol PSBB Masa Transisi di DKI Jakarta, Ada Rem Darurat

    Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memberlakukan PSBB Masa Transisi mulai 5 Juni 2020. Sejumlah protokol harus dipatuhi untuk menghindari Rem Darurat.