Sucker Head Panaskan Konser Soulfly

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Soulfly. thegauntlet.com

    Soulfly. thegauntlet.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Band lokal Sucker Head membuka konser gerombolan thrash metal Amerika Serikat, Soulfly, di Plaza Selatan Senayan, Jakarta, Minggu malam, 21 Oktober 2012. Aksi Krisna (bas, vokal) dkk berhasil memanaskan penonton yang masih menunggu penampilan sang bintang pada pukul 22.00 WIB.

    Band bentukan 1989 ini memulai aksinya sekitar pukul 20.30 WIB. Alunan cadas dari suara dua gitar, bas, serta drum menggema keras di venue. Tak sedikit penonton yang berheadbang ria menyambut lagu itu.

    "Kita mau pamer lagu baru nih. Sebelumnya satu lagu sudah kita bawakan di Hammersonic kemarin," ujar Krisna membuka lagu Simfoni Kehidupan.

    Usai itu, Krisna dkk kembali beraksi dengan sebuah tembang lama berjudul Bosan. Lagu ini cukup populer di kalangan komunitas metalhead (pecinta musik metal) di era 90an.

    Selain membawakan lagu-lagu lainnya yang berasal dari album sendiri seperti Paranatural dan Depresi Mania, Sucker Head juga membawakan satu lagu yang melegenda, Neraka Jahanam. Lagu ciptaan pemain gitar kawakan Ian Antono itu terdengar lebih garang diaransemen Sucker Head.

    Setelah Sucker Head, masih ada satu band pembuka lagi. Kali ini dari band metal core asal Amerika Serikat, Unearth.

    Sucker Head terbilang sebagai salah satu band dedengkot metal di tanah air. Band ini didirikan pada 1989 dan sudah menelurkan enam album studio. Sucker Head pernah didaulat sebagai band pembuka konser band asal Jerman Helloween 2004.

    YAZIR FAROUK

    Berita lain:
    Invitasi Teater 100 Juri Digelar

    Benni Setiawan Terobsesi Bikin Film Inggit 

    Hari Ini, Koil Gelar Konser Akustik di Bandung

    52 Tahun, Lagu Pop Daerah Tergilas Pop Indonesia 

    Pesta Musik Blues Digelar di Jakarta Hari Ini  


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    5 Fakta Vaksin Nusantara

    Vaksin Nusantara besutan mantan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto menuai pro dan kontra.