JakJazz 2012 Diharapkan Segemilang JakJazz 1988

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Musisi Jazz Indonesia, Ireng Maulana, berbicara perihal penyelenggaraan Jakarta Internasional Jazz Festival atau JakJazz dalam konfrensi Djarum Super Mild JakJazz 2012 di  Jakarta, Kamis (18/10). ANTARA/Teresia May

    Musisi Jazz Indonesia, Ireng Maulana, berbicara perihal penyelenggaraan Jakarta Internasional Jazz Festival atau JakJazz dalam konfrensi Djarum Super Mild JakJazz 2012 di Jakarta, Kamis (18/10). ANTARA/Teresia May

    TEMPO.CO , Jakarta: Project Manager Djarum Project Manager Djarum Super 90Mild Jakarta International Jazz Festival (JakJazz 2012) Moko Yunus berharap JakJazz 2012 ini akan menghidupkan lagi salah satu festival Jazz di Indonesia ini. “Kami ingin kembalikan semangat JakJazz ini seperti JakJazz 1988,” katanya ketika ditemui di Istora Senayan pada Kamis 18 Oktober 2012.

    Ada beberapa hal yang dilakukan panitia untuk mengajak pengunjung datang ke festival yang berlangsung selama tiga hari ini. Panitia memperbanyak interaksi dengan para pengunjung.

    Interaksi itu dilakukannya dengan adanya Street Fashion Show yang diiringi musik jazz. Ada pula atraksi Capoeira, demonstrasi mural (lukisan di dinding), tontonan film History of Jazz, pameran foto 1001 Bintang Jazz Indonesia, serta berbagai permainan interaktif lainnya.

    Dengan jumlah delapan buah panggung serta 90 penampil selama 19, 20, 21 Oktober ini, JakJazz diharapkan dapat menarik para penggemar Jazz di Indonesia, khususnya Jakarta. “Kami tidak ada special show. Jadi semua pengunjung dapat langsung memilih mau menonton apa hanya dengan Rp 500 ribu,” katanya.

    Pada acara festival Jazz lain, memang ada tiket untuk spesial show. Jadi, pengunjung biasanya harus mengorek kocek lebih untuk melihat performa spesial dari artis spesial pula dalam spesial show itu.

    JakJazz sempat timbul tenggelam selama berdiri. JakJazz sendiri pertama kali diprakarsai gitaris legendaris Ireng Maulana pada 1988. Pada 1988 dan 1991, JakJazz diselenggarakan di Taman Impian Jaya Ancol. Kemudian pada 1993, 1994, dan 1995 dipindahkan ke Plaza Timur Senayan.

    Pada 1996 dan 1997, festival jazz ini dipindahkan ke Pasar Festival Kuningan. Kemudian JakJazz sempat vakum dan baru dimulai lagi pada 2006 hingga 2009.

    Menurut Moko, pada 2010 JakJazz diselenggarakan dalam acara konser amal karena saat itu Jakarta memang sedang mengalami banyak bencana alam. “Itu juga saran dari Pak Fauzi Bowo sebagai Gubernur Jakarta untuk dibuat charity,” katanya.

    Lalu ketika JakJazz mau diselenggarakan kembali pada 2011, Moko mengaku kehabisan tempat untuk melakukan acara sebesar ini. Agar tidak mengulang pengalaman buruknya itu, maka Istora Senayan yang menjadi lokasi festival JakJazz 2012 sudah dibooking Moko sejak 2011. Kita berharap saja semoga JakJazz 2012 dengan tema Jazz the Way You Are ini dapat segemilang JakJazz 1988.

    MITRA TARIGAN

    Berita lain:
    JakJazz 2012 Targetkan Raup 50 Ribu Penonton dalam 3 Hari

    Anne Hathaway Sumbang Uang Foto Pernikahan

    Tiket Konser Guns N Roses Sudah Bisa Dibeli

    Sm*sh Kampanyekan Objek Wisata Indonesia  


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aman dan Nyaman Liburan Lebaran Idul Fitri 1442 H

    Ada sejumlah protokol kesehatan yang sebaiknya Anda terapkan kala libur lebaran 2021. Termasuk saat Salat Idul Fitri 1442H