Lelang Gitar, Katy Perry Ajak Tidur Bersama  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Katy Perry. John Shearer/Invision for LAHH/AP

    Katy Perry. John Shearer/Invision for LAHH/AP

    TEMPO.CO, Los Angeles - Penyanyi Katy Perry suka membuat sensasi. Kali ini, pelantun Firework itu menawarkan siapa pun pria yang mau membeli gitar miliknya dengan imbalan tidur bersama. Penawaran gila ini dicetuskan pada acara Foundation for AIDS Research (amfAR) ‘Inspiration Gala’, di Milk Studio, Los Angeles, Rabu, 11 Oktober 2012.

    Penyanyi yang dikenal dengan hit single Teenage Dream ini dengan canda juga mengatakan bahwa ia akan menunjukkan beberapa x-rated extras selama penawaran instrumen musik tersebut, sekaligus diajak ke The Abbey, sebuah bar gay terkenal di LA.

    Tawaran gila ini bermula ketika pencipta Girls Gone Wild, Joe Francis, mengeluarkan penawaran sebesar US $10.000. Tapi, Steve Tisch, pemilik New York Giants, memberikan harga lebih sebesar US $ 32.000. Tiba-tiba Perry langsung berlari cepat ke Tisch, dan memeluknya erat. “Aku akan berhubungan seks denganmu,” kata Perry bercanda.

    Perry yang pernah berpacaran dengan Rob Ackyord, gitaris Florence + The Machine, dan John Mayer menutup malam acara pelelangan tersebut dengan lima lagunya, termasuk Wide Awake dan Firework.


    Acara lelang yang bertujuan untuk amal dan diselenggarakan oleh Chelsea Handler ini berhasil mengumpulkan uang lebih dari US$ 1,3 juta untuk organisasi AIDS. Selebritas seperti aktris Rose McGowan, Kate Hudson, Octavia Spencer, Kristin Davis, bintang Glee Mark Salling, dan model Victoria’s Secret Alessandra Ambrosio hadir dalam acara lelang ini.

    FEMALE FIRST | KHAIRENA ZHAFRAN DARY

    Berita Lain:
    Demam Hallyu Mendongkrak Komik Manhwa
    Webtoon, Cara Baru Membaca Manhwa
    Pilih Manhwa atau Manga?
    Manhwa, Sejarah Korea dalam Bergambar



     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Indonesia dapat Belajar dari Gelombang Kedua Wabah Covid-19 di India

    Gelombang kedua wabah Covid-19 memukul India. Pukulan gelombang kedua ini lebih gawat dibandingkan Februari 2021.