Nadine Tolak Sirkus Lumba-lumba Keliling  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Nadine Chandrawinata. TEMPO/Rully Kesuma

    Nadine Chandrawinata. TEMPO/Rully Kesuma

    TEMPO.CO, Jakarta - Artis Nadine Candrawinata rupanya geram dengan sirkus lumba-lumba keliling yang diadakan di beberapa daerah di Jawa.

    Bersama beberapa rekan artis, seperti Riyanni Djangkaru dan musikus Christopher Bollemeyer, atau yang beken dikenal dengan Coki, menyuarakan penolakan mereka terhadap pertunjukan keliling yang dianggap menyiksa lumba-lumba itu.

    "Lebih baik melihat lumba-lumba bermain pada tempatnya di laut," kata dia dalam konferensi pers di Menteng, Jakarta, Kamis, 11 Oktober 2012.

    Selama ini, kata Nadine, masyarakat banyak yang terkecoh dengan penampilan lumba-lumba. Karena tampangnya yang lucu dan imut, kita jadi berpikir bahwa mamalia satu itu senang melakukan setiap gerakan dalam sirkus. Padahal, selama prosesnya di lapangan, si lumba-lumba diperlakukan sangat tidak layak.

    "Muka mereka memang terlihat senang, tapi di dalam hati menangis dan tersiksa menahan lapar. Jadi, untuk makan, mereka harus beraksi," kata Puteri Indonesia 2005 ini.

    Aksi penolakan Nadine ini menjadi bagian dari petisi "Stop Sirkus Lumba-lumba" yang diimotori Coki "Netral". Menurut musikus berjanggut ini, dukungan terhadap petisi itu semakin banyak, mencapai 90 ribu orang.

    Namun ia menyayangkan karena pemerintah belum ambil bagian dalam gerakan ini. "Meskipun sudah banyak yang mendukung, belum ada dukungan konkret dari pemerintah," kata dia.

    MUNAWWAROH

    Berita terpopuler lainnya:
    The Act of Killing Diputar di Bioskop Denmark
    Bedaya Mangkunegaran Ikut Festival di Meksiko

    Ada Sayembara Berhadiah Tiket Konser 1D di Amerika

    Maher Zein Kembali Konser di Bandung

    Adam Levine Pakai Kaos ''Damn! I Love Indonesia''

    Mudahnya Memboyong Cannibal Corpse dan Soulfly


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kapal Selam 44 Tahun KRI Nanggala 402 Hilang, Negara Tetangga Ikut Mencari

    Kapal selam buatan 1977, KRI Nanggala 402, hilang kontak pada pertengahan April 2021. Tiga jam setelah Nanggala menyelam, ditemukan tumpahan minyak.