Dooroo Dooroo, Aplikasi Besutan Song Hye-gyo

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Asiaone.com

    Asiaone.com

    TEMPO.CO , Seoul - Hari Bahasa Korea (Hangul Day) tahun ini menjadi berbeda bagi aktris cantik Song Hye-gyo. Perempuan berusia 30 tahun ini, ternyata punya program khusus demi melestarikan bahasa Korea. Ia bersama Profesor Seo Kyoung-duk dari Universitas Sungshin Women meluncurkan program aplikasi budaya untuk telepon pintar.

    Laman koreajoongangdaily menulis bahwa nama apilikasi besutan pemain drama "Full House" itu adalah Dooroo Dooroo. Aplikasinya bisa diunduh gratis dengan fitur tujuh peninggalan bersejarah di Cina. Bangunan tersebut rata-rata dibangun oleh birokrat Korea yang tinggal di pembuangan waktu era kolonialisme Jepang.

    Karena program budaya, isinya pun diampu langsung oleh Independence Hall of Korea. Semuanya bertujuan untuk promosi budaya Korea.

    Manajer Song mengatakan bahwa sebagai bintang Hallyu, perempuan yang juga bermain di drama Hotelier ini ingin terlibat dalam pengenalan budaya Korea. "Song ingin terlibat nyata bagi Korea dan menyebarkan bahasanya ke seluruh dunia."Aplikasi ini, kata Profesor Seo, akan membantu turis Korea untuk melacak jejak budaya mereka di luar negeri.

    Keterlibatan Song dalam promosi budaya Korea bukanlah yang pertama. Pada April, Ia dan Seo telah mendistribusikan 300 ribu pamflet tentang kemerdekaan Korea di Cina. Penyebaran pamflet itu dilakukan di kantor perwakilan Korea di Shanghai.

    DIANING SARI

    Berita terpopuler lainnya:
    2/3 Bintang Film Porno Jepang Jadi Pelacur 
    Nicki Minaj dan Rihanna Bersaing di American Music 

    Pembajakan, One Direction "Emoh" Konser di Indonesia

    Ada Sayembara Berhadiah Tiket Konser 1D di Amerika

    Maher Zein Kembali Konser di Bandung

    Adam Levine Pakai Kaos ''Damn! I Love Indonesia''  


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sel Dendritik dan Vaksin Nusantara Bisa Disuntik Berulang-ulang Seumur Hidup

    Ahli Patologi Klinik Universitas Sebelas Maret menjelaskan proses pembuatan vaksin dari sel dendritik. Namun, vaksin bisa diulang seumur hidup.