Maher Zain Konser di Banda Aceh

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Maher Zain. TEMPO/Dian Triyuli Handoko

    Maher Zain. TEMPO/Dian Triyuli Handoko

    TEMPO.CO, Banda Aceh - Penyanyi lagu religi asal Swedia, Maher Zain, akan menggelar konser di Banda Aceh, Rabu malam, 10 Oktober 2012. Diperkirakan lima ribu lebih masyarakat Aceh bakal menonton aksi penyanyi itu.

    Stage Manager Pertunjukan, Ayi Sarjev, kepada Tempo mengatakan perkiraan penonton sesuai dengan jumlah tiket yang terjual oleh panitia. Sampai saat ini, sedikitnya lima ribu tiket sudah terjual. "Tidak ada kendala apa-apa lagi. Semua sudah beres," ujarnya.

    Maher Zain akan mulai unjuk kebolehannya pada pukul 20.30 WIB di Stadion H Dimoertala Lampineung, Banda Aceh. Saat berita ini ditulis, panggung dan peralatan lainnya sedang disiapkan panitia.

    Di lain pihak, Maher Zain kepada wartawan dalam konferensi pers Selasa malam, 9 Oktober 2012, mengatakan senang bisa menginjakkan kaki di daerah yang pernah hancur akibat tsunami delapan tahun silam. "Saya merasa terinspirasi," ujarnya.

    Pelantun lagu Insya Allah itu mengakui sudah mengunjungi sejumlah kota besar di Indonesia. Namun, kunjungannya ke Aceh punya kesan yang lain. "Ini kota yang indah dan dengan semangat yang islami. Saya terhormat menjadi penyanyi internasional pertama yang tampil di Banda Aceh," katanya.

    Nanti malam, Maher Zain akan tampil bersama Fadly, vokalis grup Padi, membawakan lagu-lagu yang sedang populer saat ini, seperti Insya Allah, Sepanjang Hidup, dan Barakallah

    ADI WARSIDI

    Berita Terpopuler:
    2/3 Bintang Film Porno Jepang Jadi Pelacur  

    Gaji Menteri Tak Cukupi Kebutuhan Siti Fadilah 

    Kata Siti Fadilah Soal Uang ke Cici Tegal 

    FPI Tolak Wagub DKI Pimpin Lembaga Islam 

    Perwira Polisi Minta Maaf Setelah Curhat Soal KPK


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi dan Tantangan Jozeph Paul Zhang, Pria yang Mengaku Nabi Ke-26

    Seorang pria mengaku sebagai nabi ke-26 melalui media sosial. Selain mengaku sebagai nabi, dia juga melontarkan tantangan. Dialah Jozeph Paul Zhang.