Alasan Color Me Badd Reuni  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Color Me Badd. music.com

    Color Me Badd. music.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Bulan Juli 2010 merupakan momen bersejarah bagi boyband lawas asal Amerika Serikat, Color Me Badd. Pasalnya pada hari itu, dua anggotanya, Bryan Abrams dan Mark Calderon, memutuskan untuk kembali menghidupkan Color Me Badd. Setahun kemudian anggota lainnya, Kevin Thornton menyusul ikut bergabung.

    Apa alasan mereka mau reuni? Alasan satu-satunya adalah penggemar setia mereka. "Banyak yang bilang mana Color Me Badd. Akhirnya kita bergabung dan reunian sekarang," kata Kevin dalam jumpa persnya di Istora Senayan, Jakarta, Jumat malam, 28 September 2012.

    Eksistensi mereka bukan hanya dibuktikan saat bermain di acara LA Light Java Soulnation 2012 di Istora Senayan, Jakarta, yang digelar mulai 28 sampai 30 September 2012. Pasalnya, Kevin dkk juga berencana menggelar tur dunia tahun depan.

    Kevin menceritakan alasan lain kenapa mereka mau menghidupkan kembali Color Me Badd. Menurut dia, ada sesuatu yang tak mereka dapatkan ketika mereka vakum dan memilih jalur solo.

    "Kami tahu kelebihan dan kekurangan masing-masing. Berarti setiap dari kita punya gaya yang beda. Tapi justru kami selalu bisa menyatukannya di dalam Color Me Badd," Kevin memaparkan.

    Color Me Badd terbentuk di Oklahoma, Amerika, Serikat pada 1987. Mereka langsung meraih kesuksesan pada saat mengeluarkan album pertama, C.M.B (1991) dengan hit single berjudul I Wanna Sex You Up. Album tersebut terjual sebanyak enam juta kopi di seluruh dunia.

    YAZIR FAROUK

    Berita lain:
    Ajak Konser Bareng, Madonna Ditolak Lady Gaga

    Indonesia Raya Buka Penampilan Color Me Badd

    Surat 'Kesepian' Elvis Presley Dilelang

    Beredar, Foto Kate Ganti Bikini

    Katy Perry Dinobatkan Menjadi Woman of The Year


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Empat Macam Batal Puasa

    Ada beberapa macam bentuk batalnya puasa di bulan Ramadan sekaligus konsekuensi yang harus dijalankan pelakunya.