Film Anti-Islam Berdampak ke Java Soulnation

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Penyanyi Hip hop asal Amerika Serikat, Nelly  tampil dalam pesta musik tahunan Java Soulnation Festival 2011 di Istora Senayan, Jakarta, (23/9). ANTARA/Teresia May

    Penyanyi Hip hop asal Amerika Serikat, Nelly tampil dalam pesta musik tahunan Java Soulnation Festival 2011 di Istora Senayan, Jakarta, (23/9). ANTARA/Teresia May

    TEMPO.CO , Jakarta:Film provokatif Innocence of Moeslims sempat memancing kemarahan masyarakat muslim dunia dengan unjuk rasa, termasuk di Jakarta. Kondisi tersebut ternyata berdampak pada perhelatan ajang festival LA Light Java Soulnation 2012.

    Pasalnya, Java Festival Production (JFP) selaku penyelenggara konser terpaksa meminta surat rekomendasi kepada Kedutaan Besar Amerika Serikat untuk keamanan Jakarta. Tujuannya, agar para artis internasional yang didatangkan merasa aman dan nyaman berada di Indonesia.

    "Kami bicara dengan orang kedutaan. Kami minta rekomendasi dari mereka," kata President Director JFP Dewi Gontha disela-sela jumpa persnya di Hotel Sultan, Jakarta, Kamis, 27 September 2012.

    Selang beberapa hari kemudian kedutaan AS merekomendasikan status aman untuk Ibukota. "Mereka mengatakan kepada para artis bahwa kejadian (demontrasi) di Jakarta sudah sering tapi jauh dari venue konser," ujar Dewi.

    Festival musik tahunan itu bakal berlangsung di Istora Senayan, Jakarta, mulai dari 28 sampai 30 September 2012. Beberapa artis mancanegara turut meramaikan diantaranya boyband lawas Color Me Bad, James Morrison, Jay Sean, dan Valerius. Dan dari dalam negeri tercatat ada nama Sandhy Sondoro, Ecoutez, Dewi Sandra, Project 9, dan lainnya.

    YAZIR FAROUK

    Berita Terpopuler
    Konser, Jennifer Lopez Minta Air Khusus dan Payung

    Jennifer Lopez Lebih Murah dari Lady Gaga 

    Tak Mau Seperti Lady Gaga, J-Lo Janji Tampil Sopan 

    Jogja Festival 2012 Saingi Surakarta Festival




     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lakon DPR, Jokowi, dan MK dalam Riwayat Akhir Kisah KPK

    Pada 4 Mei 2021, Mahkamah Konstitusi menolak uji formil UU KPK. Dewan Perwakilan Rakyat dan Presiden Jokowi juga punya andil dalam pelemahan komisi.