Sore Ini, Nawangsari di Lembaga Indonesia Prancis

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • AP/Felipe Dana

    AP/Felipe Dana

    TEMPO.CO, Yogyakarta - Komposer muda spesialis gitar klasik, Gatot Danar Sulistiyanto, menggelar konser bertajuk "Nawangsari" di Lembaga Indonesia Prancis (Institut Francais Indonesia) Yogyakarta, Senin malam, 17 September 2012, pukul 20.00.

    Komposer yang sempat mengikuti lokakarya klasik bersama musisi dunia Jack Body, Vincent McDermott, dan Roderik de Man itu akan menampilkan olahan antara permainan musik-musik ansambel seperti alat musik gesek, tiup, dan perkusi digabung dengan alat-alat musik nusantara.

    Nawangsari sebagai padanan makna kata "Nawang" yang berarti menerawang, dan "Sari" yang berarti saringan. Selama sekitar dua jam akan ditampilkan berbagai repertoar dengan campuran musik yang dibawakan dengan basis musik klasik.

    "Representasi yang cocok untuk pertunjukan musik yang menyajikan berbagai elemen dari beberapa sumber daya musik, musik nusantara, jazz, world music, klasik barat, dan elektro-akustik," kata Gatot, Minggu 16 September 2012.

    Konser ini diselenggarakan sebagai presentasi Peraih Hibah Seni Kelola 2012 untuk kategori karya inovatif. Gatot pernah melakukan residensi Indonesia-Australia, serta mendapat apresiasi dari The Dutch Chamber Music Ensemble. Karya-karyanya pernah dipentaskan di Selandia Baru, Malaysia, dan Filipina, selain di Indonesia.

    PRIBADI WICAKSONO



    Berita Lainnya:
    Jokowi: Foke Bisa Menang 91 Persen Jika...
    Begini Kata Jokowi Tentang Betawi
    Masih Ada yang Lebih ''Hot'' dari Foto Topless Kate
    Akar Masalah Sampai Telkomsel Diputus Pailit
    Fauzi: Kartu Sehat Gratis Jokowi Pepesan Kosong
    Tim Faisal Basri-Biem Benyamin Dukung Foke-Nara

    Terpopuler









     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kapal Selam 44 Tahun KRI Nanggala 402 Hilang, Negara Tetangga Ikut Mencari

    Kapal selam buatan 1977, KRI Nanggala 402, hilang kontak pada pertengahan April 2021. Tiga jam setelah Nanggala menyelam, ditemukan tumpahan minyak.