Habis Bugil di Vegas, Harry Terbang ke Afganistan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Foto Pangeran Harry ketika sedang berpesta di Las Vegas. telegraph.co.uk

    Foto Pangeran Harry ketika sedang berpesta di Las Vegas. telegraph.co.uk

    TEMPO.CO , Kabul -Setelah menggemparkan dunia dengan foto bugilnya di Las Vegas, Pangeran Harry mendarat di Kabul, Afganistan, pada Kamis malam, 6 September 2012.

    Kata Kementerian Pertahanan Inggris, Harry merupakan kapten di Korps Pertahanan Udara Inggris. Di wilayah konflik itu, ia bakal menempati barak berbedu di Camp Bastion, Provinsi Helmand, Afganistan.

    "Tugas militer ini akan menjauhkan Harry dari kehidupan glamornya, seperti di Las Vegas itu," tulis CNN, Jumat, 7 September 2012. Rencananya, Harry akan bergabung dengan Skuadron 100-662, Resimen 3 Korps Pertahanan Udara Inggris.

    Menurut situs berita BBC, ini adalah kali kedua Harry bertugas di Afganistan. Sebelumnya, pada 2008, ia pernah berdinas selama 10 pekan di sana. Tapi Kerajaan Inggris buru-buru menariknya pulang waktu media membocokan ke publik soal keberadaannya di negara minyak itu.

    Kini, Kerajaan mengizinkan media massa untuk mengabarkan keberadaan Harry di Afganistan. Namun mereka melarang pemberitaan soal kedatangan Harry sebelum putra kerjaan itu sampai di Kabul. Tujuannya, agar tak ada yang mengetahui waktu pendaratan helikopter yang dikendarai Harry.

    "Dia akan mendapat tugas yang sulit selama di Afganistan," kata Royal Navy Captain Jock Gordon. "Karenanya, biarkan saja ia fokus dengan tugasnya itu."

    Harry merupakan orang kedua dari Kerajaan Inggris yang terjun langsung ke pertempuran. Orang pertamanya adalah Pangeran Andrew, paman Harry, yang ikut berperang di Falklands pada 1982.

    Sebelum bertempur, Harry terlebih dulu mengikuti sejumlah tes serta pelatihan militer di Amerika dan Inggris selama 18 bulan. Hasilnya, ia dinyatakan lulus pada Februari 2012.

    Di Afganistan, Harry akan memiloti helikopter Apache. Pasawat baling-baling ini dirancang untuk berburu dan menghancurkan tank. Untuk itu Apoache dilengkapi dengan roket, rudal, dan senapan mesin.

    Meski Taliban mengklaim telah menembak jatuh Apache, Inggris menyatakan tak pernah kehilangan helikopter itu. "Jumlahnya tetap 67 buah, meski dua di antaranya mengalami kerusakan kecil," tulis CNN.

    CORNILA DESYANA

    Berita terpopuler lainnya:
    Test Pack, Bukan Kisah Cinta yang Menye-Menye
    Ayu Dewi Terima Kado Ulang Tahun Istimewa

    Tari Bawah Laut Akan Meriahkan Sail Morotai

    Chicago Konser Lagi di Jakarta

    Konser Tim Hwang di Jakarta Bakal Romantis

    Konser Tim Hwang Akan Berikan Kejutan

    Personelnya Sakit, Duran Duran Batal Konser di AS

    Soulfly Bawa Peralatan 2 Ton ke Jakarta

    Mudahnya Memboyong Cannibal Corpse dan Soulfly


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tarik Ulur Vaksin Nusantara Antara DPR dan BPOM

    Pada Rabu, 14 April 2020, sejumlah anggota DPR disuntik Vaksin Nusantara besutan mantan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto