Survei: Park Ji Sung Kalah Populer dengan Psy  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Penyanyi rap asal Korea Selatan, Psy. inquisitr.com

    Penyanyi rap asal Korea Selatan, Psy. inquisitr.com

    TEMPO.CO, Seol - Sebuah survei yang digelar biro travel menyebutkan penyanyi Psy sekarang menjadi tokoh yang ingin ditemui wisatawan asing di Korea Selatan. Nama Psy baru-baru ini berkibar di dunia maya dan dunia, seiring video musik berjudul Gangnam Style masuk teratas di jejaring sosial video Youtube.

    Survei yang diumumkan Cosmojin Tour pada 30 Agustus, merupakan hasil pemungutan suara selama dua hari (23-24 Agustus 2012). Seperti yang dikutip dari situs koreajoongangdily, tercatat lebih dari 150 orang ikut dalam voting secara daring ini.

    "Psy meraih suara lebih dari 56 persen," ujar juru bicara Cosmojin Tour. Di belakang Psy ada pemain bola QPR, Park-JI Sung (17 persen), Presiden Lee Myung-Bak (12 persen) dan pemain figure-skating Kim Yu-Na (9 persen).

    Alasan para turis untuk bertemu Psy adalah karena kepopulerannya saat ini. Sebanyak 72 persen responden menjawab, kepopuleran, sebagai alasan ingin bertemu para tokoh publik tersebut. Lalu diikuti alasan karena penasaran (19 persen) dan untuk menjadikan mereka sebagai panutan (7 persen)

    Kepopuleran Psy memang luar biasa, setelah videonya mendunia dan masuk di sejumlah jejaring televisi berita internasional, kini selebriti dunia pun ikut terhibur dengan gayanya. Beberapa hari lalu Britney Spears menyebut Psy dalam akun twitternya. Ia menulis : "Siapa yang mau mengajarkanku gaya seperti ini."

    Gaya yang dimaksud adalah gaya berkuda ala Gangnam style. Sebuah tarian baru yang diambil dari gaya menunggang kuda dengan modifikasi goyangan pantat. Meski lagunya didominasi bahasa korea, tapi penonton bisa menikmati video jenaka tersebut tanpa harus tahu isi liriknya. Sebab alur dan tarian dalam video tersebut sudah lucu.

    DIANING SARI


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Indonesia dapat Belajar dari Gelombang Kedua Wabah Covid-19 di India

    Gelombang kedua wabah Covid-19 memukul India. Pukulan gelombang kedua ini lebih gawat dibandingkan Februari 2021.