Step Up Revolution, Gaya Protes Lewat Flash Mob  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Step Up Revolution

    Step Up Revolution

    TEMPO.CO, Jakarta - South Beach, Miami, kota pantai yang penuh dengan keriaan. Pesta pantai semalam suntuk, lengkap dengan bir dan tarian, merupakan agenda harian. Pemudi berbikini yang hilir mudik di jalan raya atau pedestrian bukanlah pemandangan aneh. Sekilas seperti pameran mode bikini terkini.

    Dan hari itu, aktivitas South Beach berjalan seperti biasanya. Ramai kendaraan dan orang yang berlalu-lalang. Dari pertokoan ke pantai, dari pantai ke pertokoan. Meski ramai, lalu lintas melaju lancar tanpa kemacetan.

    Tiba-tiba dua mobil menghadang gerak kendaraan lain. Membuat banyak pengemudi mengentakkan suara klakson mereka. Tapi mobil penghadang tetap bergeming. Malah si sopir turun ke jalan, meninggalkan kendaraannya. Kemudian suara musik bergema di antero perlintasan South Beach diikuti belasan orang yang juga turun dari mobil.

    Lalu mereka menari. Melompat ke sana dan kemari. Menjadikan kap mobil sebagai panggungnya. Membuat pejalan kaki berhenti mondar-mandir dan mengambil gambar gerakan para penari itu.

    Ketika Sean (Ryan Guzman) melenggok bersama teman-temannya, Mercury (Michael "Xeno" Langebeck) sibuk menyemprotkan pilox ke tiga pilar kaca yang sengaja diletakkan di tengah jalan. Tarian selesai, mobil penari kembali melaju, pengecatan berakhir, meninggalkan gambar dan tulisan: The MOB.

    Ya, mereka adalah The MOB. Sekelompok penari jalanan yang membawakan tarian flash mob dalam film Step Up Revolution.

    Berjudul awal, Step Up 4Ever, Step Up Revolution merupakan garapan sutradara Scott Speer, sineas yang juga mengarahkan film Step Up 3D. Meski sekuel, cerita Step Up Revolution tak terkait dengan film terdahulunya. Baik dari jalan cerita maupun seni menari yang ditampilkannya.

    Di sini, Speer tak hanya menyuguhkan tari jalanan seperti di Step Up sebelumnya. Tapi dia memfokuskan tarian pada flash mob: tari jalanan yang diisi banyak peserta dengan konsep tertentu. Seperti protes penggusuran daerah pinggiran Miami.

    Bersama The MOB, Sean mendapat arahan koreografi dari empat koreografer: Jamal Sims, Christopher Scott, Chuck Maldonado, serta Travis Wall. Dan hasil arahan gerak tari itu membuat mulut orang yang menontonnya menganga. Tak hanya penonton The MOB dalam film, tapi juga penikmat film Step Up Revolution. Toh, mereka tak cuma menggunakan satu aliran tari. Di sana ada parkour, dansa, jazz, robot, hip-hop, atau tari kontemporer. Semua tarian itu dijadikan satu dengan sebuah cerita pendek.

    Misalnya saja waktu The MOB beraksi di galeri seni Miami. Dalam flash mob biasa, penari terlebih dulu berbaur dengan orang-orang, beraktivitas normal. Waktu musik mengalun, mereka baru berlenggok.

    Tapi, di Step Up Revolution, para penari tak bercampur dengan pengunjung galeri. Mereka menjelma menjadi benda seni. Patung, lukisan, lampion, serta instalasi seni lainnya. Kemudian ada yang bergerak ala robot, balerina, atau gaya rapper. Dengan tata lampu yang apik, tampilan mereka membuat mata terpana. Keren!

    Itu hanya satu contoh flash mob yang dibawakan The MOB. Dan di Step Up Revolution, sekiranya ada enam flash mob selama 99 menit tayangan film. Ditambah dengan karya artis jalanan, Mercury, pada tiap akhir penampilan. Alhasil, hampir sepanjang film, mulut penonton berdecak kagum.

    Soal jalan cerita, penulis naskah Adam Shankman memasukkan pelbagai intrik kehidupan. Mulai dari kisah percintaan Sean dengan Emily Anderson (Kathryn McCormick); cekcok pertemanan Sean dan Eddie (Misha Gabriel); masalah keluarga, Emily dengan ayahnya (Peter Gallagher); serta isu perkotaan Miami. Dan Shankman membuat semua itu terselesaikan dengan tarian. Tentu saja berakhir dengan bahagia. Seperti film Hollywood pada umumnya.

    Untuk para pemain, sutradara Speer mengambil penari dari finalis acara televisi: So You Think You Can Dance. Semisal Kathryn McCormick dan Phillip Chbeeb. Lalu ada juga Nolan Padilla, peserta reality show J.Lo's DanceLife, dan Celestina Aladekoba, yang berpengalaman menjadi penari latar Usher, Missy Elliot, dan Will Smith. Bisa dikatakan, para penari di Step Up Revolution merupakan orang-orang profesional.

    Pemeran utama, Ryan Guzman, sendiri tak berlatar belakang penari. Tapi dia seorang model dan atlet seni bela diri. Karena itu, Guzman memiliki tubuh lentur untuk melakukan pelbagai gerakan tari. Dengan semua pemeran, jalan cerita yang apik, dan beragam koreografi flash mob, Step Up Revolution sangat direkomendasikan untuk ditonton. Terutama untuk penggemar seni tari.

    Bagi Sean, kehidupan di South Beach sangat tak adil. Mereka yang kaya akan bertambah kaya. Dan sebaliknya, penduduk tak berada bakal semakin terpinggirkan dan tidak lagi memiliki suara yang didengar banyak orang. Muak dengan kondisi itu, Sean ingin South Beach mendengar suara dia dan kawan-kawannya.

    “Di South Beach, orang harus berbicara lebih keras untuk didengar. Dan sekarang waktunya untuk kami berbicara,” kata Sean.

    Step Up Revolution

    Sutradara: Scott Speer

    Produser: Jon M. Chu

    Penulis naskah: Adam Shankman, Jennifer Gibgot, Erik Feig, dan Patrick Wachsberger

    Pemain: Kathryn McCormick, Ryan Guzman, Adam Sevani, Misha Gabriel, dan Peter Gallagher

    Durasi: 99 menit

    Produksi: Touchstone Pictures

    Genre: Drama remaja

    CORNILA DESYANA


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kapal Selam 44 Tahun KRI Nanggala 402 Hilang, Negara Tetangga Ikut Mencari

    Kapal selam buatan 1977, KRI Nanggala 402, hilang kontak pada pertengahan April 2021. Tiga jam setelah Nanggala menyelam, ditemukan tumpahan minyak.