Ingat Sakit Parah, Dahlan Tak Percaya Masih Hidup  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Badan Usaha Milik Negara Dahlan Iskan. TEMPO/Imam Sukamto

    Menteri Badan Usaha Milik Negara Dahlan Iskan. TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Badan Usaha Milik Negara Dahlan Iskan tak percaya saat ini masih bisa melakukan aktivitas tanpa kendala. Senin, 6 Agutus 2012, Dahlan genap lima tahun menjalani "hidup baru", setelah operasi hati.

    "Hari ini, genap lima tahun saya "hidup baru". Allahu Akbar," tulis Dahlan di blognya, dahlaniskan.wordpress.com.

    "Kalau teringat begitu parahnya kondisi badan saya lima tahun lalu, rasanya tidak terbayangkan saya masih bisa hidup hari ini. Apalagi dengan kualitas hidup yang nyaris sempurna seperti sekarang ini. Allahu Akbar!" dia menambahkan.

    Tujuh tahun lalu, Dahlan hampir kehilangan harapan hidup. Sepanjang saluran pencernaannya sudah penuh dengan gelembung darah yang siap pecah dan akan diikuti dengan muntah darah atau buang air darah. Kondisinya ini baru diketahui setelah dia mengalami muntah darah.

    Harapan hidup semakin tipis setelah diketahui limpanya sudah membesar. "Sudah tiga kali lipat lebih besar dari normal. Itu berarti limpa tersebut sudah siap meledak yang menjadi penyebab kematian kapan saja. Apalagi status hati saya yang terkena virus hepatitis B pun sudah meningkat menjadi sirosis, mengeras dan tidak berbentuk hati lagi," Dahlan menjelaskan kondisinya saat itu.

    Saking parahnya, Dahlan divonis maksimal hanya bisa hidup enam bulan lagi setelah hatinya dipastikan sudah penuh kanker. Ukuran kankernya sudah besar-besar, 2 cm, 4 cm, dan 6 cm. Bibit-bibit kanker lain masih puluhan jumlahnya.

    Dahlan sering mengeluh kesakitan setiap kali mengenakan sepatu karena kakinya bengkak besar. Hal itu pernah disampaikannya pada seorang dokter ahli di Singapura. “Ya ganti sepatu saja!” ujar dokter yang pasiennya 80 persen orang dari Indonesia itu. “Tidak ada jalan lain. Ganti sepatu. Kalau bengkaknya sudah lebih besar lagi, ganti sepatu lagi!”

    Dahlan mengaku tak jengkel dengan ucapan dokter itu. "Saya tersenyum karena terasa ada lucunya. Itulah cara dokter memaksa saya untuk menjalani transplantasi. Tidak ada jalan lain lagi."

    RINA WIDIASTUTI

    Berita terkait:
    Dahlan Iskan ''Ngambek'' Ngetwit Sebulan
    Bom Waktu Dahlan Iskan
    Mengapa Dahlan Iskan Menggaji Wartawannya Sangat Kecil
    Dahlan Iskan Disarankan Buat Pabrik Mobil Listrik
    Dahlan: PLN Pesan 1000 Motor Listrik
    Mimpi Dahlan: 60 Juta Penumpang di Bandara Soetta


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kapal Selam 44 Tahun KRI Nanggala 402 Hilang, Negara Tetangga Ikut Mencari

    Kapal selam buatan 1977, KRI Nanggala 402, hilang kontak pada pertengahan April 2021. Tiga jam setelah Nanggala menyelam, ditemukan tumpahan minyak.