Anak Angkat Rano Karno Palsukan KTP  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Anak angkat Wakil Gubernur Banten Rano Karno, Raka Widyarma (tengah), dan teman wanitanya model Karina Andetia, bersiap menjalani sidang perdana dengan agenda pembacaan dakwaan di Pengadilan Negeri Tangerang, Banten, Selasa (3/7). ANTARA/Ismar Patrizki

    Anak angkat Wakil Gubernur Banten Rano Karno, Raka Widyarma (tengah), dan teman wanitanya model Karina Andetia, bersiap menjalani sidang perdana dengan agenda pembacaan dakwaan di Pengadilan Negeri Tangerang, Banten, Selasa (3/7). ANTARA/Ismar Patrizki

    TEMPO.CO, Tangerang - Sidang lanjutan kasus kepemilikan narkoba dengan terdakwa anak angkat Rano Karno, Raka Widyatama, 21 tahun, berlangsung di Pengadilan Negeri (PN) Tangerang.

    Dalam sidang tersebut terungkap Raka memalsukan kartu tanda penduduk (KTP). Dengan kartu palsu itu, ia memesan lima butir ekstasi dari Malaysia melalui jasa ekspedisi.

    Pada sidang kali ini, jaksa menghadirkan tiga saksi, yakni tim serse narkoba Polres Bandara Soekarno Hatta Tangerang: Sefanya Chain dan Warid Utama; serta saksi lainnya, Hilman Fathoni, petugas teller BCA di Tangerang.

    Di depan majelis hakim yang diketuai Dehel K Sandan, dua orang saksi dari serse narkoba Polres mengatakan saat memesan pil ekstasi dari Malaysia, Raka menggunakan identitas palsu. Raka memalsukan namanya menjadi Irwan Imam.

    "Ketika itu saya mengirim paket tersebut kepadanya atas nama Irwan Imam dengan alamat di Bintaro Sektor V. Tetapi, foto yang ada di foto kopi KTP itu adalah Raka," kata Warid dalam persidangan, Selasa, 24 Juli 2012.

    Warid menyatakan ketika menyerahkan paket, yang keluar dari pintu rumah adalah Karina Adetia, 21 tahun, kekasih Raka.

    Namun, Warid berusaha agar Raka keluar dari rumah dengan meminta agar Irwan Imam yang memiliki KTP menerima langsung.

    Setelah serah terima paket dilakukan, Warid bersama tim serse langsung merangsek masuk ke dalam rumah dan kemudian menjumpai Raka ada di dalam rumah itu.

    "Saya minta KTP asli Raka dan ternyata namanya Raka Widyatama. Sedangkan di foto kopi KTP pemesanan barang atas nama Irwan Imam, tapi fotonya Raka," kata Warid.

    Budi Iskandar, kuasa hukum Raka dan Karina, mengatakan tidak percaya bahwa kliennya memiliki dua KTP karena selama ini memang kedua kliennya menggunakan KTP asli.

    "Kami yakin Raka hanya punya satu KTP dengan nama Raka Widyatama bin Rano Karno," kata Budi di dalam sidang.

    Seperti diketahui Raka bersama Karina ditangkap petugas Polres Bandara Soekarno-Hatta pada Maret 2012 di Jalan Perkici Raya Bintaro Sektor V. Keduanya ditangkap karena kedapatan menerima paket berisi lima butir pil ekstasi.

    AYU CIPTA

    Berita terpopuler lainya:
    Ahok Sambut Serangan @triomacan2000 dengan Tertawa
    Sebulan Lebih Penulis Skandal Lapindo Belum Ketemu

    Kehilangan Pekerjaan Gara-gara Foto di Facebook

    Soal Masa Jabatan? Ahok Tangkis @TrioMacan2000

    Israel Siap Perang Terbuka dengan Iran

    SBY Tolak Hadir Deklarasi Suara Anak Sejak 2008


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Indonesia dapat Belajar dari Gelombang Kedua Wabah Covid-19 di India

    Gelombang kedua wabah Covid-19 memukul India. Pukulan gelombang kedua ini lebih gawat dibandingkan Februari 2021.