Alasan RA Kosasih Tergila-gila Menggambar Komik  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Raden Ahmad Kosasih yang lebih dikenal dengan RA Kosasih, seorang penulis komik saat hadir dalam acara peluncuran buku Wayang Purwa di Jakarta, (12/3/2010). TEMPO/Jacky Rachmansyah

    Raden Ahmad Kosasih yang lebih dikenal dengan RA Kosasih, seorang penulis komik saat hadir dalam acara peluncuran buku Wayang Purwa di Jakarta, (12/3/2010). TEMPO/Jacky Rachmansyah

    TEMPO.CO, Jakarta - RA Kosasih dikenal sebagai Bapak Komik Indonesia. Sebelum Indonesia dibanjiri komik luar negeri, komik wayang karya RA Kosasih adalah bacaan keluarga di Indonesia. Sejak kapan dia tertarik menggambar?

    RA Kosasih pernah mengenyam pendidikan Hindia Belanda. Setelah lulus Inlands School pada 1932, putra bungsu pasangan Raden Wirahadikusuma dan Sumami ini melanjutkan sekolah ke jenjang lebih tinggi, Hollandsch Inlands School (HIS) Pasundan.

    "Di HIS inilah saya mulai tertarik pada seni menggambar secara formal. Sebab, ilustrasi pada buku-buku pelajaran bahasa Belanda bagus-bagus, jadi buku catatan saya banyak yang cepat habis karena saya gambari," kata Kosasih sambil tertawa saat diwawancara wartawan Tempo, Leila S. Chudori, pada 1991.

    HIS merupakan sekolah tingkat rendah yang diperuntukkan bagi kalangan atas anak-anak pribumi asli. Lama studinya tujuh tahun. Bahasa pengantar yang digunakan untuk kelas I, II, dan III adalah bahasa daerah, sedangkan bahasa Belanda diberikan beberapa jam. Mulai kelas IV hingga kelas VII, bahasa pengantarnya adalah bahasa Belanda.

    Setelah tamat dari HIS Pasundan, Kosasih memilih tak meneruskan sekolah. Ia sebenarnya punya peluang meneruskan sekolah menjadi pamong, tapi ia tak mau. Pada 1939, Kosasih melamar pekerjaan sebagai juru gambar di Departemen Pertanian Bogor.

    Keterampilan menggambar ini berpadu dengan kegemarannya menonton wayang sejak kecil. Kedua hal inilah yang kemudian membuat Kosasih melahirkan komik wayang. Karyanya yang terkenal adalah komik Mahabarata dan Ramayana. Ceritanya ia pilih versi India, bukan Jawa.

    Kini RA Kosasih tutup usia di umurnya 93 tahun. Ia menghembuskan napas terakhir di rumahnya, di Rempoa, Tangerang Selatan, Selasa dinihari, 24 Juli 2012. Jenazah rencananya akan dimakamkan di TPU Tanah Kusir.

    Kosasih meninggal setelah terjatuh di rumahnya. Sebelumnya, ia sempat dirawat di rumah sakit karena penyakit jantung dan paru-paru.

    RINA WIDIASTUTI | LEILA S. CHUDORI

    Berita Populer:
    Selamat Jalan Bapak Komik Indonesia RA Kosasih
    Mengapa RA Kosasih Dijuluki Bapak Komik Indonesia?
    Siap-siap 3 Hari Puasa Makan Tahu Tempe
    Sambel Goreng Pete, Menu Andalan Aura Kasih
    Kehilangan Pekerjaan Gara-gara Foto di Facebook
    9 Atlet yang Bertemu Jodoh di Ajang Olimpiade


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tarik Ulur Vaksin Nusantara Antara DPR dan BPOM

    Pada Rabu, 14 April 2020, sejumlah anggota DPR disuntik Vaksin Nusantara besutan mantan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto