Ini 10 Karya Terbaik Festival Film Dokumenter Bali  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Marcella Zalianty, Produser Eksekutif film dokumenter

    Marcella Zalianty, Produser Eksekutif film dokumenter "Tapal Batas" saat berdiskusi seusai pemutaran film di Nabeshima Art Space, Denpasar, Bali, Kamis (17/5). TEMPO/Johannes P. Christo

    TEMPO.CO, Denpasar -Setelah melalui proses kuratorial, Festival Film Dokumenter Bali (FFDB) akhirnya memilih 10 karya terbaik yang akan dinilai oleh Dewan Juri. “Mereka berasal dari Bali dan luar Bali,” ujar Ketua Panitia, Agung Bawantara, Ahad, 22 Juli 2012.

    Selanjutnya, sepuluh karya tersebut akan dinilai oleh Dewan Juri yang terdiri dari Dr. Lawrence Blair, Slamet Rahardjo Djarot, Prof. Dr. I Made Bandem, Rio Helmy, dan IGP Wiranegara. Dari penilaian tersebut para juri akan memilih lima kandidat yang satu di antaranya akan dinobatkan sebagai Film Terbaik FFDB 2012. Para kandidat akan memeroleh uang tunai sebesar Rp 3,5 juta. Sementara karya terbaik akan mendapat trofi dan uang tunai sebesar Rp 20 juta.

    Festival tahun ini sudah melalui serangkaian acara, yakni Workshop & Bincang Kreativitas yang dilaksanakan di Aerowisata Sanur Beach Hotel pada 16 Mei 2012. Saat itu hadir IGP Wiranegara (Dosen Sinematografi dan Peraih Piala Citra FFI 2005) yang memberi materi “Teknik Penyuntingan dan Perancangan Opening Scene dalam Film Dokumenter”, juga Marcella Zalianty (aktris, produser), serta Slamet Rahardjo Djarot (aktor, sutradara) yang keduanya tampil memberi materi “Film Dokumenter, Dari Gagasan Hingga Eksekusi” dari dua perspektif yang berbeda.

    Berikut ini 10 karya terbaik pilihan tim kurator (urutan berdasarkan abjad):

    1. Bali - Heaven On Earth (Ivander Aditya Tjandra – Surabaya, Jawa Timur)
    2. Burdah (Sunari Studio, Karangasem)
    3. Goresan Anak-anak Gumelem (Bowo Leksono, GoldWater Films – Purbalingga, Jawa Tengah)
    4. Hercules dari Panti Asuhan (I GM Surya Sanjaya Putra, Tabanan)
    5. Leng Apa Jengger (La-Cimplung - Purbalingga, Jawa Tengah)
    6. Made Taro, Benteng Terakhir Permainan Tradisional Bali (Raturu Production – Denpasar)
    7. Permata di Tengah Danau (Andi Parulian Hutagalung – Medan, Sumatera Utara)
    8. Pura Tanpa Daging Babi (Dwitra J. Ariana -Sanggar Siap Selem,Bangli)
    9. Satu Hati, di Antara Dua Doa (Gede Seen - Komunitas Film Buleleng, Singaraja)
    10. Subak Pancoran, Sinar Kecil Di Kaki Bukit (Putu Satria Kusuma – Singaraja)

    ROFIQI HASAN


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aman dan Nyaman Liburan Lebaran Idul Fitri 1442 H

    Ada sejumlah protokol kesehatan yang sebaiknya Anda terapkan kala libur lebaran 2021. Termasuk saat Salat Idul Fitri 1442H