Di Balik Gagalnya Lady Gaga Ada Persaingan Bisnis?

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Lady Gaga terlihat mengenakan topi Sun Hat saat tiba di Radio One studio, Amerika Serikat, 20-4, 2009. stylebistro.com

    Lady Gaga terlihat mengenakan topi Sun Hat saat tiba di Radio One studio, Amerika Serikat, 20-4, 2009. stylebistro.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Konser ratu pop dunia saat ini, Lady Gaga, memunculkan sejumlah pertanyaan. Apakah ini murni karena penolakan sejumlah organisasi massa atau ada persaingan bisnis?

    Laporan utama Tempo edisi 28 Mei 2012 berjudul "Geger Lady Gaga" mencoba mengungkap hal tersebut. Di kalangan pelaku industri hiburan, berembus kabar bahwa kekalahan itu membuat Berlian, yang sahamnya dikabarkan milik Edhie Baskoro Yudhoyono, tak terima. Penolakan sejumlah organisasi itu hanya buntut. Soalnya, menurut seorang promotor band rock, mendatangkan Lady Gaga bisa menjadi ukuran perusahaan itu bisa mendatangkan artis siapa saja.

    Direktur Keuangan Berlian Marcel Permadhi menyangkal tudingan ini. "Kami tak ikut tender dan kami punya konser sendiri," ujarnya. Berlian, yang memboyong penyanyi David Foster ke Jakarta tahun lalu, akan menggelar konser boyband lawas, New Kids on the Block dan Backstreet Boys, dua hari sebelum pertunjukan Gaga. Konser dua grup ini akan digelar di Ancol, Jakarta Utara.

    Keberhasilan Big Daddy memenangi tender konser Gaga tak lepas dari keuletan bosnya, Michael Rusli, melobi manajemennya. Jauh-jauh hari, September tahun lalu, ia mengontak agen Gaga agar sang penyanyi mau tampil di Jakarta. Itu pun tak mudah karena ada enam promotor lain yang memberi tawaran serupa.

    Promotor lain yang ikut tender ini di antaranya Blade Indonesia dan Berlian Entertainment. Harga yang ditawarkan bervariasi, dari US$ 800 ribu hingga US$ 2 juta. (Baca: Perang Harga untuk Mendatangkan Lady Gaga) Big Daddy keluar sebagai pemenang karena mencantumkan testimoni artis-artis yang pernah didatangkannya selama tiga tahun.

    Testimoni itu antara lain dari Linkin Park. Band rock asal Amerika Serikat ini mengaku tur di Stadion Gelora Bung Karno, September tahun lalu, sebagai konser terbaiknya di Asia. Rupanya, manajemen Gaga tertarik oleh portofolio ini. Pendekatan sejak awal menambah nilai plus. "Proses mendekati dan mendapatkannya sulit sekali," kata Michael Rusli.

    "Perjuangan" itu terbayar. Tiket sebanyak 52 ribu seharga Rp 465 ribu sampai Rp 2,25 juta sudah ludes. Jika jadi digelar, konser Gaga di Jakarta ini menjadi pertunjukan langsung terbesarnya di Asia. Karena Gaga merupakan artis pop yang sedang naik daun, keberhasilan ini akan mengangkat pamor Big Daddy di dunia hiburan. Apalagi, Big Daddy berencana masuk bursa saham dan menjual saham perdana (intitial public offering) kuartal IV 2012.

    Orang pun menuduh ada yang berusaha menjegal Big Daddy. Namun, pihak Berlian Entertainment menolak mentah-mentah tudingan mereka menghambat konser itu. Direktur Keuangan Berlian Marcel Permadhi juga menyangkal Edhie Baskoro alias Ibas, anak bungsu Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, berada di perusahaan mereka. "Cek saja aktanya, apa ada nama Ibas di sana," katanya. Dalam akta pendirian perusahaan pada 24 November 2007 di notaris Sugito Tedjamulya, pendirinya hanya dua orang: Aditya Djanaka dan Chaeruddin Syah. PT Berlian Entertainment Indonesia didirikan dengan modal Rp 1 miliar.

    Kantor Berlian memang satu lantai, di tingkat 32 gedung Sampoerna Strategic Square, dengan Yastra Group milik Ibas. Sejumlah pegawai dan petugas keamanan juga mengkonfirmasi kedatangan Ibas ke sana. "Beliau juga kan teman bos saya," ujar seorang pegawai.

    Marcel Permadhi mengakui dia kawan kuliah Ibas di Curtin University, Australia. Aditya Djanaka juga teman sebangku Agus Harimurti, kakak Ibas, di sekolah menengah pertama. Sejumlah sumber yang dekat dengan Cikeas menyebut Aditya sebagai tangan kanan Ibas dalam bisnis.

    Menurut Marcel, hubungan bisnis dengan Ibas semata karena pertemanan--seperti ketika Berlian menjadi konsultan media Ibas saat ia menjadi calon anggota DPR dari daerah Pacitan, Jawa Timur. Tapi sejumlah pelaku industri hiburan mengaku tahu Berlian sebagai perusahaan milik suami Aliya Rajasa itu. "Sudah jadi rahasia umum di kalangan orang hiburan," kata salah satunya.

    Akhirnya, kekisruhan perizinan membuat manajemen Lady Gaga membatalkan konsernya di Jakarta. Mereka tak ingin konsernya dikurangi atau disensor.

    BAGJA HIDAYAT | RIRIN AGUSTIA | ANGGA SUKMA | ISTIQOMATUL HAYATI | WAHYU MURYADI

    Berita Terpopuler Lainnya
    Agar Terima Lady Gaga, FPI Ditawari 'Mobil'

    Perang Harga untuk Mendatangkan Lady Gaga
    Saat Gaga Batalkan Konser, Izin Sudah 95 Rampung
    Lady Gaga: Hati Saya Hancur Tak Jadi Konser di Jakarta

    Siswa Nilai Tertinggi UN, Belajar Via Facebook dan Twitter
    Gaga Batal Konser, Para Little Monster Menangis


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tommy Soeharto dan Prabowo, Dari Cendana Sampai ke Pemerintahan

    Tommy Soeharto menerima saat Prabowo Subianto masuk dalam pemerintahan. Sebelumnya, mereka berkoalisi menghadapi Jokowi - Ma'ruf dalam Pilpres 2019.