Promotor Syok Lady Gaga Batalkan Konser

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Penyanyi spektakuler Lady Gaga saat salah satu stasiun TV di New York City, 3-11, 2009, dengan model rambut Medium straight cut with bangs layaknya gaya rambut Cleopatra. stylebistro.com

    Penyanyi spektakuler Lady Gaga saat salah satu stasiun TV di New York City, 3-11, 2009, dengan model rambut Medium straight cut with bangs layaknya gaya rambut Cleopatra. stylebistro.com

    TEMPO.CO, Jakarta- Promotor konser Big Daddy mengaku terkejut dengan pembatalan konser secara sepihak oleh manajemen penyanyi nyentrik asal Amerika Serikat Lady Gaga. "Saya sangat syok," kata Presiden Direktur Big Daddy, Michael Rusli, dalam jumpa pers di Caffe Nutz Culture Senayan City, Jakarta Selatan, Ahad 27 Mei 2012.

    Michael mengaku baru mendapatkan kabar resmi dari manajemen Lady Gaga pagi ini. Dia tak menyangka pihak manajemen Lady Gaga akan membatalkan konser karena selama pembicaraan sebelumnya tak tercium aroma pembatalan. Bahkan pihak manajemen pun menyetujui penampilan Lady Gaga yang lebih sopan saat manggung di Indonesia.

    Pria dengan logat bahasa Inggris yang kental ini sangat menyayangkan pembatalan ini. Sebab persiapan konser diakuinya sudah dilakukan jauh-jauh hari. Dia mengaku jika konser Lady Gaga ini jadi digelar, akan sangat spektakuler. Sebab timnya sudah menyiapkan konsep konser di luar ruangan atau outdoor dengan penonton lebih dari 50 ribu orang.

    "Konsernya sendiri akan ada ceritanya, multimedianya juga spektakuler, pokoknya bagus sekali," kata dia.

    INDRA WIJAYA



    Berita Terkait:
    Konser Batal, Berapa Kerugian Promotor Lady Gaga?
    Duit Tiket Penonton Gaga Dikembalikan 100 Persen
    Alasan Lady Gaga Batalkan Konser
    Konser Lady Gaga Akhirnya Batal
    Ongkos Datangkan Gaga Sekitar Rp 20 M
    Manajemen Lady Gaga Batalkan Konser di Jakarta


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lakon DPR, Jokowi, dan MK dalam Riwayat Akhir Kisah KPK

    Pada 4 Mei 2021, Mahkamah Konstitusi menolak uji formil UU KPK. Dewan Perwakilan Rakyat dan Presiden Jokowi juga punya andil dalam pelemahan komisi.