'Lewat Djam Malam' Usmar Ismail Diputar di Cannes  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Direktur National Museum of Singapore, Lee Chor Lin; Alex Sihar dari Yayasan Konfiden; Direktur Festival Cannes, Thierry Fremaux; dan Direktur Eksekutif World Sinema Foundation, Kent Jones, saat membuka pemutaran film

    Direktur National Museum of Singapore, Lee Chor Lin; Alex Sihar dari Yayasan Konfiden; Direktur Festival Cannes, Thierry Fremaux; dan Direktur Eksekutif World Sinema Foundation, Kent Jones, saat membuka pemutaran film "Lewat Djam Malam" karya Usmar Ismail hasil restorasi World Sinema Foundation dalam Festival Film Cannes 2012 di Cannes, Prancis, Kamis (17/5).

    TEMPO.CO, Cannes - Lewat Djam Malam, karya bapak sinema Indonesia, Usmar Ismail, membuka program film klasik Festival Film Cannes 2012 di Cannes, Prancis, Kamis sore, 17 Mei 2012. Ini merupakan pemutaran perdana untuk film buatan 1954 itu dalam versi restorasi digital.

    Di antara sekitar 300 penonton di Salle Bunuel, Palais du Festival, terdapat sutradara terkenal Amerika, Alexander Payne. Di Cannes ia menjabat sebagai salah satu anggota juri untuk film kategori kompetisi, kategori utama di festival ini. Jadi, sebenarnya ia tak berkepentingan dengan program Cannes Classic. Namun toh ia menyempatkan diri untuk menonton Lewat Djam Malam.

    Diminta komentarnya oleh Tempo usai pemutaran, Alexander Payne menjawab singkat: "Sangat bagus." Tapi, dia menolak memaparkan pendapatnya lebih jauh. Alasannya, "Saya anggota juri di Cannes sekarang ini. Dan aturannya saya tak boleh bicara tentang film apa pun," katanya sembari meminta maaf.

    Pemutaran film Usmar itu diantar oleh Direktur Festival Cannes, Thierry Fremaux, dan perwakilan tiga lembaga yang melakukan restorasi digital: Yayasan Konfiden, World Sinema Foundation, dan National Museum of Singapore.

    Thierry Fremaux menyatakan Lewat Djam Malam merupakan salah satu warisan perfilman dunia yang sangat pantas diselamatkan melalui proyek restorasi ini. Kent Jones, Direktur Eksekutif World Sinema Foundation, memaparkan betapa beruntungnya WSF terlibat dalam restorasi ini.

    Direktur National Museum of Singapore, Lee Chor Lin, menguraikan nilai historis film itu sebagai potret sosial berlatar politik dan berlokasi di Bandung yang diproduksi setahun menjelang Konferensi Asia Afrika yang berlangsung di Kota Kembang. Adapun Alex Sihar dari Yayasan Konfiden menekankan perjuangan keras para aktivis film Indonesia dalam mengupayakan restorasi dan konservasi film-film Indonesia yang sebagian besar rusak dan terancam kepunahan.

    Cannes Classic adalah program khusus yang mulai digelar di Festival Cannes sejak 2004. Ini seleksi resmi Cannes yang dikhususkan pada restorasi karya-karya klasik dan monumental dari berbagai penjuru dunia.

    Di Cannes Classic 2012, Lewat Djam Malam bersanding dengan sejumlah film monumental karya sutradara-sutradara dunia lain, seperti Steven Spielberg, John Boorman, Andrei Konchalovsky, Roman Polanski, Claude Miller, Alfred Hitchcock, Keisuke Kinoshita, Roberto Rosselini, dan Sergio Leone.

    Lewat Djam Malam tampil di Cannes 2012 atas prakarsa World Cinema Foundation (WSF), sebuah lembaga konservasi film yang diketuai sutradara legendaris Martin Scorsese. Di Cannes tahun ini WSF juga menampilkan proyek restorasi mereka yang lain, yakni film India Kalpana karya Uday Shankar (1948). Proyek restorasi film Lewat Djam Malam diprakarsai oleh National Museum of Singapore, Yayasan Konfiden, dan Kineforum Dewan Kesenian Jakarta sejak 2010.

    GING GINANJAR (CANNES)


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perbedaan Rapid Test, Swab, dan TB-TCM dalam Deteksi Virus Corona

    Ada tiga tes yang dapat dilakukan untuk mendeteksi virus corona di dalam tubuh, yaitu dengan Rapid Test, Swab, atau metode TB-TCM. Simak perbedaannya.