Jatuh Bangun Konser Lady Gaga

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang pria berdandan ala penyanyi pop Amerika Serikat Lady Gaga, sedang menunggu konser Gaga di depan pintu masuk di Seoul, Korea Selatan, Jumat (27/4). AP/Lee Jin-man

    Seorang pria berdandan ala penyanyi pop Amerika Serikat Lady Gaga, sedang menunggu konser Gaga di depan pintu masuk di Seoul, Korea Selatan, Jumat (27/4). AP/Lee Jin-man

    TEMPO.CO , Jakarta:Promotor konser musik Big Daddy berencana mendatangkan Lady Gaga ke Gelora Bung Karno, Senayan, pada 3 Juni 2012. Perencanaan matang untuk menyambut pelantun lagu Born this Way ini sudah dilakukan. Bahkan tiket sudah terjual sejak awal Maret.

    Sebulan sebelum panggung digelar, sejumlah orgnisasi masyarakat menolak kedatangan Lady Gaga. Bahkan Majelis Ulama Indonesia mengharamkan kedatangan penyanyi Amerika itu. Begini kronologi konser Lady Gaga sejak perencanan hingga penolakan.

    29 Februari 2012
    Big Daddy mengumumkan akan menggelar Konser Lady Gaga pada 3 Juni 2012 di Gelora bung Karno, Senayan. Kata Presiden Direktur Big Daddy, Michael Rusli, panggung di Jakarta akan menjadi penutup tur Lady Gaga di Asia, sebelum penyanyi Born This Way itu bertolak ke Australia dan New Zeland.

    9 Maret 2012
    Sekitar pukul 22.00, pelataran Mal FX sudah penuh ratusan orang. Mereka dalah calon penonton konser Lady Gaga yang rela menginap untuk membeli tiket. Panitia membuka loket tiket pada Minggu pagi, 10 Maret 2012.

    10 Maret 2012
    Tiket konser Lady Gaga mulai dijual. Tiket dilepas dengan harga Rp 465 ribu untuk tribun II, tribun I dan festival seharga Rp 750 ribu, tribun III yang dikhususkan untuk perempuan dihargai Rp 1,25 juta, tribun khusus Rp 1,25 juta, dan Rp2,25 juta untuk tempat duduk di lingkaran emas.

    19 Maret 2012
    Promotor Big Daddy memastikan konser Lady Gaga tetap digelar pada 3 Juni 2012, meski ada kabar jika Majelis Ulama Indonesia melarangnya. Kata Arif Ramadhoni, Media Relation Big Daddy Entertainment, secara kelembagaan MUI belum melayangkan surat pelarangan konser Lady Gaga.

    "Fatwa konser Lady Gaga haram hanya pernyataan Ketua MUI secara pribadi," kata Arif.

    4 Mei 2012
    Front Pembela Islam mulai mengancam menolak kedatangan Lady Gaga ke Jakarta. Sikap FPI diikuti oleh Lembaga Adat Besar Republik Indonesia (LABRI) dan Majelis Ulama Indonesia.

    Mendapat penolakan itu, Presiden Direktur Big Daddy, Michael Rusli mengatakan pernyataan FPI terlalu prematur. Sebab sebagai promotor, Big Daddy sendiri belum tahu konsep panggung dan pakaian Lady Gaga waktu konser nanti. "Konsep belum diketahui, kok sudah protes saja," kata Rusli.

    8 Mei 2012
    FPI mengancam akan membubarkan menghadang Lady Gaga di bandara atau membubarkan konser secara paksa kalau Big Daddy nekat menggelarnya. Alasan FPI, pakaian Lady Gaga tidak sesuai norma agama dan budaya Indonesia. Mereka juga menganggap Gaga sebagai penganut aliran setan.

    15 Mei 2012
    Kepolisian Daerah metro Jaya tunduk pada desakan FPI, LABRI, dan MUI untuk melarang konser Lady Gaga. Polisi pun mengeluarkan surat rekomendasi untuk Markas Besar Kepolisian RI untuk menolak rencana Big Daddy mendatangkan Lady Gaga ke Indonesia.

    Kepala Kepolisian RI Jenderal Timur Pradopo juga mengaminkan surat pelarangan konser itu. Kata Timur, kedatangan Lady Gaga ke Jakarta tidak memberikan banyak manfaat. "Saya kira kalau pro kontra lagi, lebih baik tidak (digelar)," kata Timur di kompleks Istana Negara.


    CORNILA DESYANA

    Berita Terkait
    FPI: Aliran Musik Lady Gaga Penyembah Setan 

    Terancam Batal Konser, Promotor Lady Gaga Bungkam

    Politikus PDIP: Boleh Tolak Lady Gaga, Asal...

    PPP Juga Tolak Konser Lady Gaga

    Kenapa Polisi Larang Konser Lady Gaga?  





     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Waspada, Penyakit Yang Terabaikan Saat Pandemi Covid-19

    Wabah Covid-19 membuat perhatian kita teralihkan dari berbagai penyakit berbahaya lain. Sejumlah penyakit endemi di Indonesia tetap perlu diwaspadai.