Gunung Salak itu Angker, Kata Permadi  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Helikopter Super Puma melintas di atas Gunung Pangranggo untuk melakukan evakuasi di Gunung Salak, Jawa Barat, Sabtu (12/05). Tim gabungan Pencari dan Penyelamat (Search and Rescue/SAR) hari ini melakukan evakuasi jenazah korban-korban kecelakaan pesawat Sukhoi Superjet 100 yang jatuh pada hari Rabu tanggal 9 Mei 2012. TEMPO/Seto Wardhana

    Helikopter Super Puma melintas di atas Gunung Pangranggo untuk melakukan evakuasi di Gunung Salak, Jawa Barat, Sabtu (12/05). Tim gabungan Pencari dan Penyelamat (Search and Rescue/SAR) hari ini melakukan evakuasi jenazah korban-korban kecelakaan pesawat Sukhoi Superjet 100 yang jatuh pada hari Rabu tanggal 9 Mei 2012. TEMPO/Seto Wardhana

    TEMPO.CO, Jakarta - Kawasan Gunung Salak dikenal sebagai daerah yang kerap menjadi lokasi kecelakaan pesawat. Kecelakaan tersebut sering kali dikaitkan dengan seputar cerita mistis di balik keanggunan Gunung Salak.

    Hal ini juga diakui paranormal Permadi. Menurut dia, Gunung Salak dan sekitarnya merupakan salah satu daerah di Indonesia yang memiliki sesuatu yang "khas" atau angker. "Angker. Wilayah itu jangan diganggu gugat," kata dia ketika dihubungi Tempo, Selasa, 15 Mei 2012.

    Menurut Permadi, Indonesia memiliki banyak wilayah mistis seperti Gunung Salak. Salah satunya adalah Gunung Tengger di Jawa Timur. Wilayah semacam ini memang tak biasa dilalui atau disamakan dengan wilayah yang lain. Suka atau tidak suka, selayaknya pihak-pihak tertentu menghormati kepercayaan masyarakat daerah setempat.

    "Tinggal kita mau percaya atau tidak. Tapi kepercayaan orang setempat memang tidak boleh buat main-main,"kata dia.

    Terkait dengan kecelakaan pesawat Sukhoi Superjet 100 di Gunung Salak, Permadi menduga kuat ada peran kelalaian pilot dalam mengendalikan laju pesawatnya. Kemungkinan sang pilot melakukan manuver di kawasan mistis tersebut.

    "Mungkin pilotnya merasa hebat, mantan astronot. Dia melakukan manuver dan akibatnya fatal," kata dia. "Memang bukan satu-satunya faktor. Mungkin alatnya atau teknologinya tidak sempurna," kata dia.

    Faktanya, kata Permadi, cerita mistis bukan hanya sekali ini saja. Banyak kejadian kecelakaan dan hilangnya pesawat di sekitar kawasan Gunung Salak. Bahkan, keluarganya mempunyai pengalaman sendiri. Keponakannya yang menjadi salah satu instruktur di Sekolah Tinggi Penerbangan Indonesia Curug hilang bersama satu orang siswanya di kawasan itu sekitar lima tahun lalu.

    "Hingga sekarang tidak ketemu. Bahkan, bangkai pesawat latihnya pun tidak (ketemu),"kata politikus Partai Gerindra itu mengenang.

    MUNAWWAROH

    Berita lain:
    Indonesia Ngotot Periksa Kotak Hitam Sukhoi

    Ternyata Sukhoi yang Jatuh Itu Pesawat Pengganti
    Perempuan Cantik dan Perempuan Tua di Gunung Salak
    22 Sidik Jari dari 18 Kantong Jenazah Korban Sukhoi
    Hantaman Keras Mematikan ELT Sukhoi
    Ternyata, Ini Sebab ELT Sukhoi Tak Terdeteksi
    Di Hari Sukhoi Naas, Petugas ATC Layani 12 Pesawat


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Skenario Satu Arah Pada Arus Mudik 2019 di Tol Jakarta - Cikampek

    Penerapan satu arah ini dilakukan untuk melancarkan arus lalu lintas mudik 2019 dengan memanfaatkan jalur A dan jalur B jalan Tol Jakarta - Cikampek.