Minggu, 18 November 2018

Baru Main Film, Qausar Sukses Jadi Pemeran Terbaik  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Qausar HY peraih Piala Citra untuk kategori pemeran utama pria terpuji dalam Festival Film Bandung 2012 di Lapang Gasibu, Bandung, Jawa Barat. Sabtu (12/5) malam. TEMPO/Aditya Herlambang Putra

    Qausar HY peraih Piala Citra untuk kategori pemeran utama pria terpuji dalam Festival Film Bandung 2012 di Lapang Gasibu, Bandung, Jawa Barat. Sabtu (12/5) malam. TEMPO/Aditya Herlambang Putra

    TEMPO.CO, Jakarta - Qausar Harta Yudana, pemeran Dapunta dalam film Pengejar Angin yang disutradarai Hanung Bramantyo, berhasil merebut gelar Pemeran Utama Pria Terpuji dalam Festival Film Bandung 2012. Ini debut pertama Qausar menjadi pemeran utama.

    Qausar menyisihkan Oka Antara (Sang Penari), Abimana Aryasatya (Republik Twitter), Dwi Sasono (Sampai Ujung Dunia), serta Reza Rahadian (The Mirror Never Lies). “Senang dapat ini, (tapi) waduh, padahal saingannya berat-berat,” kata dia saat diumumkan di perhelatan puncaknya di Lapangan Gasibu, Bandung, Sabtu, 12 Maret 2012.

    Film Pengejar Angin karya Hanung itu mendapat nominasi untuk 9 kategori. Malam itu Pengejar Angin hanya memperoleh 2 penghargan di ajang Forum Film Bandung, yakni Pemeran Utama Terpuji oleh Qausar dan Penulis Skenorio Terpuji oleh Ben Sihombing.

    Film Sang Penari yang dijagokan untuk 10 kategori malam itu hanya membawa pulang 3 penghargaan. Di antaranya penghargaan Pemeran Utama Wanita Terpuji yang diberikan pada Prisia Nasution yang memerankan tokoh Srintil. “Senang sekali film Sang Penari bisa diapresiasi seperti ini,” kata dia.

    Penghargaan lain yang diperoleh Sang Penari  adalah Penata Editing Terpuji Cesa David Lukmansyah serta Penata Musik Terpuji yang diberikan kepada pasangan Aksan Sjuman dan Titi Sjuman.

    Film Di Bawah Lindungan Ka’bah karya sutradara Hany R. Saputra yang mendapat nominasi untuk 7 penghargaan hanya memperoleh 1 gelar saja malam itu, yakni kategori Penata Artistik Terpuji oleh Allan Sebastian, bersama-sama dengan film The Mirror Never Lies oleh Tonny Trimarsanto dan Tomy D. Setyanto.

    Ajang Forum Film Bandung 2012 juga menganugerahi gelar “Life Time Achievement” untuk pemain film senior Indonesia, yakni Slamet Rahardjo Djarot dan Aminah Cendrakasih. Sejumlah pemain film senior, di antaranya aktor Roy Marten, serta Deddy Mizwar, bebarengan mengumumkan anugerah ini ditemani Wakil Gubernur Jawa Barat Dede Yusuf.

    Slamet menerima langsung penghargaan ini, sementara Aminah diwakili oleh salah satu putrinya, Ade Purbasari. “Tidak ada kebahagiaan selain ketika apa yang kami lakukan bermanfaat bagi orang lain, modal kami berdua hanya semacam kecintaan pada apa yang kami gulati dan gauli,” kata Slamet.

    Aminah sendiri tidak bisa hadir di acara itu. “Ibu senang, pertamanya kaget,” kata Ade. Dia menuturkan, ibunya yang kini genap berusia 74 tahun itu sudah kesulitan untuk berjalan. Aktivitas di dunia peran terakhir dijalaninya di film Si Doel Anak Pinggiran dengan kondisi itu.

    Dua tahun lalu, Aminah yang belum sembuh dari cedera urat besar di kakinya saat syuting 4 tahun lalu kembali cedera akibat terjatuh di kamar mandi. Akibatnya tulang iganya retak, serta tempurung kakinya sempat bergeser naik dari posisinya. Aminah memilih mengobatinya di pengobatan patah tulang tradisional Cimande. “Ibu bukan tipe pengeluh, mungkin sudah waktunya, sudah dikasih sehat, sudah dikasih senang,” kata Ade.

    Tokoh film Indonesia yang sebulanan lalu meninggal dunia, yakni Misbach Yusa Biran juga mendapat penghargaan di ajang festival itu. Misbach mendapat penghargaan Penulis Skenario Terpuji untuk naskah sinetron karyanya yang berjudul Anak Kaki Gunung. Penghargaan itu diterima oleh istrinya, Nanny Widjaja, yang mewakili almarhum.

    Sinetron Anak Kaki Gunung produksi Citra Sinema mendapat penghargaan Sinetron Terpuji di festival itu. Sinetron yang tayang di stasiun televisi SCTV itu juga meraih sejumlah penghargaan lainnya untuk kategori sinetron, yakni Sutradara Terpuji (Kiky ZKR), Pemeran Pembantu Wanita Terpuji (Dewi Irawan), serta Penata Kamera Terpuji (Enggong Supardi).

    AHMAD FIKRI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Agar Merpati Kembali Mengangkasa

    Sebelum PT Merpati Nusantara Airlines (Persero) berpotensi kembali beroperasi, berikut sejumlah syarat agar Merpati Airlines dapat kembali ke angkasa.