Wanda Hamidah Didukung Tukang Ojek

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Anggota DPRD DKI Jakarta yang juga bakal calon Gubernur DKI Jakarta, Wanda Hamidah (kanan), dan Ketua Gerakan Cinta Jakarta yang juga bakal kandidat Gubernur DKI Jakarta, Tantowi Yahya, menjadi pembicara pada Diskusi Redbons di Jakarta, Sabtu (3/3). ANTARA/Ismar Patrizki

    Anggota DPRD DKI Jakarta yang juga bakal calon Gubernur DKI Jakarta, Wanda Hamidah (kanan), dan Ketua Gerakan Cinta Jakarta yang juga bakal kandidat Gubernur DKI Jakarta, Tantowi Yahya, menjadi pembicara pada Diskusi Redbons di Jakarta, Sabtu (3/3). ANTARA/Ismar Patrizki

    Tempo.Co, Jakarta - Tidak mudah menjadi orang nomor satu di Daerah Khusus Ibu Kota Jakarta. Selain berjiwa kepemimpinan, seorang gubernur harus didukung mayoritas pemilik suara. Faktor dukungan ini pula yang membuat Wanda Hamidah optimistis menggantikan Foke, sapaan gubernur Fauzi Bowo. "Saya didukung banyak profesional muda. Juga ibu pengajian dan tukang ojek," ujar calon gubernur dari Partai Amanat Nasional itu, Selasa, 6 Maret 2012.

    Aktris cantik ini belum mengkalkulasi berapa persen ibu pengajian dan tukang ojek yang mendukungnya. Yang jelas, perwakilan dari mereka, kata Wanda, telah menjadi tim kampanye pengusungan dirinya menjadi gubernur. "Dukungan dari komunitas juga banyak. Dari komunitas bola, budaya, seni, film, sosial, komikus dan sastra," tuturnya.

    Menurut Wanda, yang menjadi kebanggaan tersendiri adalah dia mendapat dukungan suami, orangtua dan anak-anaknya, serta semua relawan di Jakarta dan akar rumput partainya sendiri. "Tanpa dukungan keluarga saya tidak bisa maju," katanya.

    Sebagai perempuan Jakarta tulen dan anggota Dewan, ia merasa memiliki pengetahuan tentang Jakarta melebihi kandidat lain. "Selama di DPRD, saya amat mengerti potensi Jakarta dan kelemahan birokrasinya," tutur penerima penghargaan Artis Peduli Hukum dan HAM dari Menkumham April 2008 ini.


    HERU TRIYONO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.