Jumat, 14 Desember 2018

Eksperimen Tubuh Danang Pamungkas di Salihara

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • salihara.org

    salihara.org

    TEMPO.CO, Jakarta - Komunitas Salihara mempersembahkan pertunjukan tari kontemporer bertajuk Beat. Nomor tari ini merupakan buah karya koreografer Danang Pamungkas yang akan mengumbar proses pencarian gerak tubuhnya yang dibalut dalam alunan musik. Perhelatan ini akan digelar pada 24-25 Februari 2012 di Komunitas Salihara, Pejaten, Jakarta Selatan.

    Seperti dilansir dari siaran media Salihara, Danang akan melakukan eksperimen dengan mengikuti dan mengurai musik secara grafis melalui aliran gerak. Sesekali, karya ini juga mencoba “melepaskan diri” dari musik dan hanya mengalir lewat tubuh sang penari.

    Dalam Beat, ia mencoba mengungkapkan pandangannya akan esensi setiap gerakan dan sentuhan tubuh yang tercipta ketika menari. Ide koreografi ini sendiri didasarkan pada anatomi tubuh penari yang bergerak melalui beragam teknik tari, seperti rolling down, rolling up, slide on the floor, body release, spiral dan initiation movement.

    Seniman asal Surakarta ini belajar tari secara formal sejak menjadi siswa di SMKI Surakarta dan melanjutkan studinya ke STSI Surakarta. Selain mendalami tari tradisi, ia juga belajar tari gaya Mangkunegaran di Keraton Mangkunegaran Surakarta. Lewat karya Beat, ia meraih Hibah Seni Yayasan Kelola 2011 untuk Karya Inovatif.

    Kiprah Danang sebagai penari dan koreografer telah tertoreh dalam banyak karya tari. Di antaranya bersama Sardono W. Kusumo dalam Hutan Plastik Jakarta (2003); No Body’s Jakarta di Festival Seni Surabaya (2004); dan bersama Sen Hea Ha dalam Wahyu, di Uijeongbu Music Festival dan Modafe Art Festival Seoul, Korea Selatan, serta di Singapore Art Mart, Singapura (2005).

    Semenjak tahun 2008 hingga 2011, Danang bergabung sebagai penari profesional di Cloud Gate Dance Theater, Taipei, yang dipimpin oleh koreografer Lin Hwai-min. Selain Beat, karya-karyanya yang lain antara lain Gulung (1999); Gliyong (2000); Mirror in Solo (2004) yang menjuarai Lomba Koreografi Nasional di TIM Jakarta; Di Ujung Pintu (2006); On the Chair (2006); dan Mara’s Compassion (2006).

    AGUSLIA HIDAYAH | SALIHARA

     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sayap OPM Kelompok Egianus Kogoya Meneror Pekerjaan Trans Papua

    Salah satu sayap OPM yang dipimpin oleh Egianus Kogoya menyerang proyek Trans Papua yang menjadi program unggulan Jokowi.