Oka Antara Kurang Gizi Demi Film

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Oka Antara. TEMPO/Muhtar

    Oka Antara. TEMPO/Muhtar

    TEMPO Interaktif, Makassar - Aktor tampan asal Bali, Oka Antara, ternyata rela mengorbankan tubuhnya demi film terbarunya, Sang Penari. Ia diet makanan bergizi, bahkan menghindari asupan gula, garam, dan makanan kesukaan lainnya. "Saat itu, saya mengurangi porsi makan dan mengurangi daging, protein, dan karbohidrat," ujarnya dalam bedah film Sang Penari di Amphitheatre Trans Studio Makassar, Jumat, 9 Desember 2011.

    Soalnya, artis bernama lengkap Nyoman Oka Antara ini harus memerankan dua karakter dalam film terbarunya. Yaitu rakyat sipil miskin yang kurus karena hanya berprofesi sebagai buruh ladang singkong dengan upah tidak seberapa dan seorang tentara yang memiliki tubuh tegap dan kuat. Dua karakter dengan postur tubuh yang berbeda ini harus dilakoninya demi memerankan tokoh Rasus.

    Keseriusan pria kelahiran Jakarta, 8 Juni 1981 ini dalam menjiwai karakternya dibuktikan dengan diet karbohidrat, protein, dan makanan bergizi lainnya. Oka memang selalu memberikan yang terbaik. Rasa lapar yang ditanggungnya selama berbulan-bulan pun membuktikan totalitas seorang Oka. "Ini demi menggambarkan seorang Rasus, yang secara ekonomi sangat susah," ujarnya.

    Namun, di satu sisi, Oka tetap harus menyeimbangkan asupan gizinya. Sebab, setelah menjadi Rasus yang kurus, ia harus berperan menjadi Rasus berbadan tegap lantaran menjadi tentara. "Di sinilah tantangan yang mesti saya buktikan jika saya bisa memerankan kedua karakter ini," kata Oka. Oka mengaku sangat bangga bisa ikut andil dalam film Sang Penari karya Ifa Isfansyah, yang diangkat dari trilogi novel Ahmad Tohari berjudul Ronggeng Dukuh Paruk.

    KAMILIA


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tips Olahraga Pada Puasa Ramadan Saat Pandemi, Dapat Mencegah Infeksi Covid-19

    Olahraga saat puasa dapat memberikan sejumlah manfaat. Latihan fisik dapat mencegah infeksi Covid-19 saat wabah masih berkecamuk di Ramadan 1442 H.