Glenn, Konser dan Cerita Jogja

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO/Hariandi Hafid

    TEMPO/Hariandi Hafid

    TEMPO Interaktif, Yogyakarta - Penyanyi Glenn Fredly menggelar konser hampir dua jam semalam di Yogyakarta. Dalam konser di bawah taburan bintang malam dan hamparan padang golf itu, Glenn tak lupa berbagi cerita soal Jogja, perjalanan hidupnya, hingga mimpi-mimpinya.

    “Kalau bisa, saya mau menikah di Jogja, tapi tanpa (wartawan) infotainment. Saya mau minta abdi dalem keraton untuk jaga saya,” kata Glenn di tengah konser eksklusifnya di Bogey's Teras Hyatt Regency Yogyakarta, Kamis 8 Desember 2011.

    Ucapan mantan suami Dewi Sandra itu sontak membuat sekitar 500 lebih penonton yang memadati konser mini bertajuk "Romantic Night With Glenn Fredly" itu bergemuruh. Tak ada yang tahu, apakah keinginan mantan vokalis band Funk Section itu bercanda atau sungguh-sungguh.

     “Jogja masih romantis ya. Saya baru pertama kali ini tampil semi-outdoor seperti ini, menyenangkan,” kata Glen yang malam itu tampil dengan setelan jazz putih dan topi gatsby yang menjadi ciri khasnya. Glenn pun mengaku terpesona dengan keelokan Gunung Merapi yang seharian itu memang tampak gagah tak tertutup awan.

    Panggung Glenn dalam konser malam itu memang bukanlah sebuah space nan besar, eksklusif dan bertabur susunan lighting serta dekor yang ‘wah’ seperti yang biasa didapatnya selama ini. Konser itu digelar di sebuah bangunan mirip Joglo seukuran rumah berukuran sedang dengan atribut didominasi kayu.

    Karena space panggung terbatas, sebagian penonton duduk di bawah tenda yang disediakan panitia. Sebagian lain rela lesehan di atas rumput lapangan golf hotel itu sambil terus ikut menyanyi.

    Yang membuat konser itu terasa mewah justru karena kedekatan Glenn dengan para pecintanya lewat panggung yang diatur sejajar, tanpa jarak. Acap kali penonton, khususnya kaum hawa, berjalan mendekati panggung dan memberi bunga pada pria berdarah Ambon itu setiap usai menyanyikan sebuah lagu.

    “Perasaanku seneng banget, nggak nyangka bisa sedekat itu sama dia,” kata Sara, penonton asal Jogja yang tiba-tiba diajak Glenn ke panggung diajak ngobrol sesaat. Sara diberi Glenn sebuah album kaset pita Funk Section, sebuah album lama keluaran 1995 yang melambungkan nama Glenn pertama kalinya di kancah musik Indonesia lewat tembang Terpesona dan Pantai Cinta. Tentu saja, Sara juga mendapat kenangan tak terlupa berupa pelukan hangat dari Glenn yang membuat mata karyawan swasta itu berkaca-kaca.

    Di sela penampilannya, pria yang telah merilis 11 album itu juga sempat mengungkapkan kesedihannya tentang sosok inspirasinya, almarhum Utha Likumahua. “Saya sedih sekali jika ingat Utha, karena dia inspirasi terbesar buat saya bisa jadi seperti ini. Duet sama dia pun belum sempat,” kata Glenn yang kemudian membawakan lagu lama Utha berjudul Sesaat Kau Hadir.

    Malam itu Glenn memang sukses menyihir penonton untuk tetap menunggu sampai lagu terakhir, Januari, dilantunkan. Mulai dari tembang yang dipopulerkan almarhum Chrisye Kala Cinta Menggoda dilantukannya pertama tampil, disusul sederet tembang, seperti How Can I, Cukup Sudah, Pantai Cinta, Terpesona, Di sisa Hati, Kisah Romantis, dan Kalah.

    Glenn ajeg menyisipkan kisahnya, termasuk mimpinya merayakan 17 tahun karirnya yang jatuh September 2012 mendatang. Sweet seventeen-nya itu pun sudah diberinya judul: Timur. Ia berencana tak hanya menggelar di Jakarta. “Saya ingin bisa di Jogja 2012 nanti. Jadi, jangan percaya kiamat,” kata dia.

    PRIBADI WICAKSONO


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kapal Selam 44 Tahun KRI Nanggala 402 Hilang, Negara Tetangga Ikut Mencari

    Kapal selam buatan 1977, KRI Nanggala 402, hilang kontak pada pertengahan April 2021. Tiga jam setelah Nanggala menyelam, ditemukan tumpahan minyak.