Anggun Lebih Suka Jengkol Ketimbang Petai  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Angggun C. Sasmi. TEMPO/Yosep Arkian

    Angggun C. Sasmi. TEMPO/Yosep Arkian

    TEMPO Interaktif, - Gayanya seanggun namanya. Saat berbicara, tutur katanya halus. Dengan rambut lurus selalu melewati bahu, badan langsing dan kulit sawo matang, ia berhasil mencitrakan diri sebagai orang Jawa anggun yang menjejakkan diri di dunia hiburan di negeri romantis: Prancis.

    Anggun Cipta Sasmi, demikian sang ayah, penulis Darto Singo, memberikan nama untuk putri yang dilahirkan di Jakarta, 29 April 1974 ini. Perempuan berdarah keraton Yogyakarta ini memulai karier sebagai lady rocker dengan topi baret. Lagu seperti Mimpi, Tua-tua Keladi, dan Kembalilah Kasih (Kita Harus Bicara) akrab di telinga penggemarnya pada 1990-an.

    Tak puas di Tanah Air, Anggun melenggang ke London, Inggris, pada 1995. Sempat mengalami gegar budaya di negeri itu, ia hinggap ke Belanda, yang dianggapnya punya cukup banyak orang Indonesia.

    Masih tak sukses, ia berlabuh di Prancis, negeri yang langsung dicintainya. Ia merintis karier di Negeri Mode itu. Di Paris, musisi Erick Benzi (yang memoles Celine Dion) memintanya mengubah citra, menampilkan sisi kefemininan wanita dewasa. Tak salah! Album debut internasionalnya, Snow on The Sahara, dirilis di 33 negara termasuk Amerika Serikat dan menangguk sukses besar. Di Asia dan Eropa, lagu ini menjadi hit dan masuk Top 40.

    Tinggal di Paris bersama putrinya, Kirana Cipta Montana Sasmi, Anggun masih makan nasi. Di tengah kesibukannya, ia juga masak sendiri untuk keluarganya. "Setiap hari harus makan nasi, ya sesuap-dua suap," kata Anggun dalam percakapannya dengan Tempo di Restoran Xin Hua, Mandarin Oriental Hotel, dua pekan lalu. "Kan kami punya rice cooker dong, hahaha. Dan Kirana makan nasi."

    Anggun mengaku juga suka memasak, sesekali, jika istri penulis Prancis Cyril Montana ini punya waktu. "Tapi kalau masak biasanya enggak cuma buat dua orang. Buat 12 orang," ujarnya.

    Menu yang paling sering adalah opor ayam atau semur. "Semur aku paling jago. Kan Jawa banget," ujarnya. "Sayangnya tak bisa bikin semur jengkol." Soalnya di Paris enggak ada jengkol. Aku lebih suka jengkol daripada pete."

    Biasanya, kata Anggun, ia akan memasak dalam jumlah besar ketika pergi lama. "Semingguan, aku bikin semur atau opor ayam. Aku sudah bikin lalu suamiku taruh di freezer," ujarnya.

    ISTIQOMATUL HAYATI


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Empat Macam Batal Puasa

    Ada beberapa macam bentuk batalnya puasa di bulan Ramadan sekaligus konsekuensi yang harus dijalankan pelakunya.