Ini Proses Siraman, Midodareni, dan 'Berpacar' Aliya-Ibas  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Putra Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Edhie Baskoro Yudhoyono (kiri) dan putri Menteri Koordinator Hatta Rajasa, Siti Ruby Aliya Rajasa saat acara lamaran di Jakarta, Selasa (26/4). (foto: Anung/RUMGAPRES)

    Putra Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Edhie Baskoro Yudhoyono (kiri) dan putri Menteri Koordinator Hatta Rajasa, Siti Ruby Aliya Rajasa saat acara lamaran di Jakarta, Selasa (26/4). (foto: Anung/RUMGAPRES)

    TEMPO Interaktif, Jakarta - Sejumlah agenda menjelang pernikahan Edhie Baskoro Yudhoyono dan Siti Rubi Aliya Rajasa tersusun matang. Kedua putra dan putri petinggi negeri ini akan menggelar puncak acara resepsi pada Sabtu malam, 26 November 2011 nanti.

    "Sebelum resepsi, dilakukan ijab kabul (akad nikah) pada 24 November di Istana Cipanas," kata juru bicara Istana Kepresidenan, Julian Aldrin Pasha, di Istana Negara Jakarta, Kamis, 10 November 2011. "Sebelumnya, baik di Cikeas maupun di rumah Fatmawati, digelar acara pengajian pada Selasa, 22 November 2011 pukul 10.00 WIB."

    Hari itu pula, kata Julian, akan dipasang bleketepe di kediaman kedua calon pengantin. Seperti diketahui, bleketepe adalah anyaman daun kelapa hijau yang biasanya dipasang bersamaan dengan tarub dan hiasan janur kuning di rumah keluarga yang akan mengadakan hajatan pernikahan.

    Julian melanjutkan, usai pengajian dilanjutkan dengan acara siraman kedua calon pengantin. Malamnya, seiring dengan persiapan midodareni di rumah calon pengantin perempuan, keluarga Edhie Baskoro akan datang ke rumah Aliya di Fatmawati.

    "Itu acara midodareni di mana keluarga dari pengantin pria datang ke rumah calon pengantin wanita, kemudian midodareni di sana sampai selesai pukul 21.00 WIB," kata dia.

    Tentu saja pengantin perempuan tak meninggalkan budaya Palembang khususnya budaya masyarakat pesisir Sungai Komering, yang merupakan kota asal kelahiran ayah Aliya, yaitu Hatta Rajasa.

    Menurut Julian, di rumah Aliya akan dilakukan kegiatan "berpacar". Kedua calon pengantin akan mewarnai kuku tangan mereka dengan pacar berwarna merah tua.

    "Kebudayaan masyarakat pesisir Sungai Komering bahwa ada acara yang disebut dengan acara berpacar. Bujang dan gadis yang akan menikah biasanya bertemu dengan teman-teman atau rekan-rekan sekolah dan sebagainya untuk kemudian melakukan semacam pesta perpisahan," kata dia.

    Acara pun berlanjut pada acara inti, yaitu akad nikah pada Kamis, 24 November pukul 10.00 WIB, di Istana Cipanas, Bogor. Kemudian acara resepsi pada Sabtu malam, 26 November 2011 pukul 19.00 WIB di Jakarta Convention Center (JCC).

    MUNAWWAROH


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi dan Tantangan Jozeph Paul Zhang, Pria yang Mengaku Nabi Ke-26

    Seorang pria mengaku sebagai nabi ke-26 melalui media sosial. Selain mengaku sebagai nabi, dia juga melontarkan tantangan. Dialah Jozeph Paul Zhang.