Tamu Pernikahan Aliya-Ibas Dilarang Bawa Kado

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Edhie Baskoro Yudhoyono dan Siti Ruby Aliya Rajasa. Rumgapres/Anung

    Edhie Baskoro Yudhoyono dan Siti Ruby Aliya Rajasa. Rumgapres/Anung

    TEMPO Interaktif, Jakarta - Pernikahan Edhie Baskoro Yudhoyono dan Siti Ruby Aliya Rajasa tinggal menghitung hari. Segala persiapan pernikahan sudah 75 persen selesai, termasuk menyebar surat undangan. Dicetak dengan huruf timbul berwarna emas dengan logo A dan I, undangan yang didominasi warna putih pucat itu juga mencantumkan catatan menarik.

    "Terima kasih untuk tidak membawa hadiah dalam bentuk apapun," begitu tertulis di undangan tersebut.

    Pihak pengundang, dalam hal ini keluarga Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan keluarga Menko Perekonomian Hatta Radjasa, meminta supaya jangan ada tamu undangan yang membawa hadiah dalam bentuk apapun.

    Didesain dengan gaya minimalis, undangan dengan sisipan tulisan IBAS dan ALIYA dalam logo yang tertera itu menyebut, acara resepsi pernikahan akan dilaksanakan 26 November 2011 di Assembly Hall Jakarta Convention Center, Jakarta Selatan. Acara resepsi ini berlangsung sejak pukul 19.00 hingga 22.00 WIB.

    Juru bicara Kepresidenan Julian Aldrin Pasha sebelumnya mengatakan, acara akad nikah putra bungsu Presiden SBY itu akan berlangsung di Istana Cipanas, 24 November 2011. Namun, khusus untuk acara itu akan ada undangan khusus. "Untuk yang di Cipanas menggunakan undangan khusus," kata Julian Aldrin Pasha.

    Ibas merupakan anak bungsu dari Presiden SBY yang juga Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat. Sementara Aliya merupakan putri Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Hatta Rajasa. SBY berasal dari Jawa, sementara Hatta merupakan tokoh asal Palembang, Sumatera Selatan. Pernikahan keduanya akan memadukan dua adat: Jawa dan Palembang.

    WDA | MUNAWWAROH


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kapal Selam 44 Tahun KRI Nanggala 402 Hilang, Negara Tetangga Ikut Mencari

    Kapal selam buatan 1977, KRI Nanggala 402, hilang kontak pada pertengahan April 2021. Tiga jam setelah Nanggala menyelam, ditemukan tumpahan minyak.