Sasando dan Noken Didaftarkan ke UNESCO  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pameran foto Komunitas Korban Lumpur Lapindo

    Pameran foto Komunitas Korban Lumpur Lapindo "Memori Bawah Tanah : Mengingat dan Memotret Hak-Hak Dasar Korban Lumpur Lapindo" di Galeri Cipta 3, Taman Ismail Marzuki, Jakarta (06/01/11). Pameran diikuti 10 orang dari empat desa yang terkena lumpur Lapindo yaitu desa Siring,desa Ketapang,desa Jatirejo dan desa Renokenongo. TEMPO/ JACKY RACHMANSYAH.

    TEMPO Interaktif, Jakarta -Alat musik sasando dari Nusa Tenggara Timur dan noken dari Papua telah didaftarkan ke UNESCO sebagai warisan budaya dunia asal Indonesia.

    "Kedua alat tersebut sudah didaftarkan ke UNESCO. Bahkan kami khawatirkan akan hilang, bukan karena diklaim negara lain." kata Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Kebudayaan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Budi Priyadi, di Denpasar Rabu 9 November 2011. "Tetapi lebih karena mereka (orang-orang) yang menggeluti musik sasando dan noken semakin habis."

    Dengan pengakuan dari UNESCO nantinya akan ada kewajiban bagi Indonesia untuk terus melestarikan dua warisan kebudayaan itu.

    Budi mengharapkan alat musik sasando yang biasanya memiliki 23 senar, dapat dimodifikasi menjadi 40 senar. "Kami harapkan ini bisa disetujui oleh UNESCO. Sebab, bukan hanya Indonesia yang mendaftarkan warisan kebudayaannya ke UNESCO," kata Budi Priyadi.

    Budi mengakui, sudah ada beberapa warisan budaya Bali yang diakui UNESCO. Hanya saja, jika dibandingkan dengan negara lain, warisan kebudayaan Indonesia yang diakui telah didaftarkan UNESCO masih terbilang minim.

    "Kekayaan Indonesia sedikit sekali yang diakui UNESCO, lebih banyak Jepang dan Korea. Padahal, kebudayaan kita lebih banyak dari Jepang dan Korea," ucapnya.

    Dikatakan, pengumuman Sasando dan Noken akan diumumkan tahun 2013, karena baru kita daftarkan tahun ini. Sedangkan yang akan diumumkan tahun ini adalah Tari Saman (Aceh), yang telah didaftarkan tahun lalu.

    Selain itu, kata dia, seluruh tari-tarian tradisional Bali sudah didaftarkan di UNESCO. Begitu juga Taman Mini Indonesia Indah (TMII) juga telah didaftarkan.  "Kita sudah lakukan penelitian, sudah verifikasi dan sudah didaftarkan di UNESCO. Tahun 2013 juga akan diumumkan," katanya.

    WDA | ANT


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Indonesia dapat Belajar dari Gelombang Kedua Wabah Covid-19 di India

    Gelombang kedua wabah Covid-19 memukul India. Pukulan gelombang kedua ini lebih gawat dibandingkan Februari 2021.