ISI Yogyakarta Pamerkan Drawing 174 Seniman

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Yogyakarta -  Setelah setahun vakum kegiatan, kini mahasiswa Institut Seni Indonesia Yogyakarta kembali menggelar pameran gambar "Drawing Lovers#3" di Sangkring Art Space, Bantul, Yogyakarta, 3-4 November 2011. Sebanyak 174 seniman akan memamerkan karyanya dalam pameran ini.

    Tahun ini panitia memilih tema elektronik, dengan pertimbangan bahwa masyarakat sekarang tidak bisa lepas dari barang-barang elektronik. "Seorang anak yang hidup di desa dapat melihat dan mengakses informasi dibelahan dunia nun jauh di sana hanya dengan melihat sebuah layar monitor komputer," kata Ajar Ardianto, ketua pameran, dalam pernyataan persnya hari ini, Jumat, 4 November 2011.

    Pameran tahun ini berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, karena seluruh karya yang dipamerkan tidak digantung atau ditempel ke dinding, tapi ditayangkan dengan slide-slide yang ditampilkan melalui benda-benda elektronik, seperti LCD proyektor, komputer, dan televisi. Sehingga, karyanya pun tak sebatas gambar biasa di atas kertas, tapi juga gambar yang dibuat dengan peranti lunak komputer atau yang disajikan dalam format Video.

    "Bentuk penyajian berupa slide show ini diharapkan memberi efek positif dalam mengkomunikasikan karya, khususnya drawing, serta mampu menampilkan berbagai variasi media drawing yang sejauh ini kebanyakan hanya dituangkan dengan medium kertas," kata Ajar.

    Dalam pameran ini juga akan diluncurkan buku "Drawing Lovers", buah dari diskusi dan pameran gambar kedua pada 2009, yang diikuti sekitar empat ratus karya 140 seniman. Selanjutnya panitia juga akan mendokumentasikan seluruh karya pameran dalam sebuah situs web agar bisa diakses dari segala penjuru dunia melalui internet.

    IWANK


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kapal Selam 44 Tahun KRI Nanggala 402 Hilang, Negara Tetangga Ikut Mencari

    Kapal selam buatan 1977, KRI Nanggala 402, hilang kontak pada pertengahan April 2021. Tiga jam setelah Nanggala menyelam, ditemukan tumpahan minyak.