Senin, 19 November 2018

Film Pertama dan Terakhir Wanda Hamidah

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wanda Hamidah. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    Wanda Hamidah. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    TEMPO Interaktif, Jakarta - Setelah 10 tahun absen dari dunia entertainment, legislator daerah Jakarta, Wanda Hamidah, kembali terjun ke dunia akting. Lewat film Pengejar Angin garapan sutradara Hanung Bramantyo, Wanda beradu akting dengan aktor Lukman Sardi dan Agus Kuncoro. "Datang di saat yang tepat, dengan sutradara, lawan main, dan skenario yang tepat," jelas Wanda.

    Dalam film ini, Wanda berperan sebagai Dakuta, istri seorang bajing loncat yang berkukuh memperjuangkan pendidikan anaknya. Namun di sisi lain, sang suami justru dengan segala cara berusaha mematahkan perjuangannya. "Dakuta dengan segala keterbatasan materi memberi segala yang dibutuhkan anaknya demi mendapat cita-cita," kata Wanda saat ditemui di Pondok Indah, Jakarta Selatan, 21 Oktober 2011.

    Pengejar Angin menjadi film pertama sekaligus yang terakhir untuk Wanda. Ia mengaku tidak akan main film lagi setelah Pengejar Angin dirilis akhir bulan ini. "Ini film saya yang pertama dan terakhir. Saya mau main film ini karena sesuai dengan visi dan misi saya sebagai anggota DPRD DKI Jakarta," katanya.

    Film Pengejar Angin berlatar perkampungan Lahat, Sumatera Selatan. Wanda menjalani syuting film ini pada Ramadan kemarin, di luar jam kerjanya sebagai anggota legislator. "Saya minta syuting di luar agenda kedewanan. Mereka tidak ada masalah. Mereka open dengan masukan-masukan saya," ujarnya.

    Menurut Wanda, film Pengejar Angin memiliki cerita yang inspiratif. Ia berharap orang yang menonton bisa menangkap pesan yang hendak disampaikan. "Semua mimpi itu ada perjuangan. Tidak ada sesuatu yang didapatkan dengan instan. Semua mimpi juga bisa terwujud," kata dia.

    MUSTHOLIH



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    21 November, Hari Pohon untuk Menghormati Julius Sterling Morton

    Para aktivis lingkungan dunia memperingati Hari Pohon setiap tanggal 21 November, peringatan yang dilakukan untuk menghormati Julius Sterling Morton.