Guruh Gelar 'Beta Cinta Indonesia'  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Guruh Soekarnoputra (kiri). TEMPO/Wahyu Setiawan

    Guruh Soekarnoputra (kiri). TEMPO/Wahyu Setiawan

    TEMPO Interaktif, Jakarta - Sang maestro, Guruh Soekarno Putra, yang telah banyak menghasilkan karya selama empat dekade ini, mengapresiasikan kecintaannya terhadap seni dan budaya Indonesia melalui pergelaran bertajuk 'Beta Cinta Indonesia'.

    Pergelaran yang diadakan di Teater Jakarta, Taman Ismail Marzuki, dimulai pada tanggal 21 hingga 23 Oktober 2011 pada pukul 16.00 hingga 20.00 WIB. Pergelaran ini menyajikan karya-karya dari anak bungsu mantan Presiden Soekarno itu selama dia berkarya.

    "Malam ini, 'Beta Cinta Indonesia' adalah petikan dari pergelaran yang dulu pernah saya buat. Hanya dikemas secara sekarang," ujar Guruh Soekarno Putra di Jakarta, Kamis, 20 Oktober 2011.

    Pergelaran itu dimeriahkan oleh artis-artis kenamaan Indonesia, seperti Vina Panduwinata, Tompi, Once, B3, Vidi Aldiano, Butet Kartaredjasa, Yati Pesek, Tike Priatnakusumah, Asri Welas, dan Netta. Pergelaran juga diiringi musik orkestra pimpinan Erwin Gutawa dan didukung oleh para penari dari Kinarya GSP.

    Selama 120 menit, mereka menghadirkan karya-karya ciptaan Guruh yang mempunyai arti khusus bagi Guruh, seperti lagu yang dinyanyikan Tompi berjudul Perikemanusiaan, lagu yang diciptakan untuk sang ayah. "Banyak keharuan di sini. Ada lagu yang dipersembahkan untuk bapak dan ibu," ungkap Guruh.

    Selain menunjukkan rasa cinta kepada sang ayah, Guruh pun sedikit menyindir pemerintahan SBY yang disajikan melalui unsur komedi seperti yang diutarakan Butet Kartaredjasa. "Kalau cari Presiden jangan takut sama mercon. Nanti kalau lagi nonton sepak bola malah kabur," ungkapnya di atas panggung. Selain itu juga ada lagu yang bertemakan korupsi.

    "Ya, itu memang sedang terjadi, tapi lagu itu ciptaan saya tahun 80. Dari lama saya sudah menengarai, sekarang korupsi semakin meningkat," tutur Guruh.

    Sekitar 5.000 tiket pergelaran ini hampir habis. Dari tiga hari pergelaran, untuk tanggal 22 Oktober, tiket telah habis terjual. "Penjualan sudah 95 persen," ujarnya. Harga tiket yang ditawarkan berkisar dari Rp 350 ribu hingga Rp 1,5 juta, dengan enam kelas.

    SYIFA JUNITA


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aman Ibadah Sholat Ramadan Saat Covid-19

    Pemerintah DKI Jakarta telah mengizinkan masjid ataupun mushola menggelar ibadah sholat dalam pandemi.