Nunggak Sewa Mobil, Lindsay Lohan Dituntut Rp 810 juta

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Lindsay Lohan dan Samantha Ronson (kanan). Foto: zimbio.com

    Lindsay Lohan dan Samantha Ronson (kanan). Foto: zimbio.com

    TEMPO Interaktif,:- Lindsay Lohan dituntut karena tidak membayar tagihan penyewaan mobil. Menurut laporan TMZ, nilai tuntutan itu sekitar Rp 810 juta.


    Website online itu menuliskan bahwa sebuah perusahaan jasa sewa mobil Elite Transportation Limo and Security Services mengatakan artis berusia 25 tahun itu telah menggunakan jasa mereka sejak Februari 2009 hingga Mei 2009. Bukan hanya untuk dirinya, Lohan juga menyewa mobil untuk keluarga dan teman-temannya.

     

    Dikutip dari laman Daily Mail, ongkos sewa mobil sekitar Rp 54 juta per jam, termasuk biaya keamanannya. Perusahaan itu mengklaim dengan biaya penalti dan keterlambatan pembayaran, tagihan yang hanya senilai Rp 306 juta menjadi Rp 810 juta.

     

    Menurut laporan RadarOnline.com, setelah balik dari pagelaran fashion di Milan dan Paris Kamis lalu, Lohan langsung membeli mobil mewah Porsche senilai Rp 720 juta. Ia dikabarkan mengunjungi sebuah dealer mobil mewah di kota Los Angeles di hari yang sama.

     

    Dari seorang sahabat artis itu diketahui, "Lohan memang ingin membeli mobil Porsche Panamera."

     

    Padahal pada Juli silam, saat berada di pengadilan, di depan Hakim Stephanie Sautner, dia mengakui sedang mengalami kesulitan keuangan sehingga tidak bisa membayar asuransi dan melakukan terapi seperti perintah pengadilan.

    Namun, kini artis yang sering terlibat masalah hukum itu telah menandatangani kontrak dengan perancang Phillip Plein, 33  sebagai juru bicara dan melakukan beberapa sesi pemotretan di Danau Como dengannya. Dengan semua kontrak baru itu, Lohan secara perlahan-lahan telah membangkitkan sisi finansialnya yang telah terpuruk.

    NUR INTAN

     

     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jangan Unggah Sertifikat Vaksinasi Covid-19 ke Media Sosial

    Menkominfo Johnny G. Plate menjelaskan sejumlah bahaya bila penerima vaksin Sinovac mengunggah atau membagikan foto sertifikat vaksinasi Covid-19.