Konser Musik Pastoral Kembali Dipentaskan di Teater Salihara  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Jakarta - Teater Salihara akan terasa romantis dengan alunan konser musik bertajuk Pastoral. Perhelatan yang menyuguhkan beragam komposisi musik garapan komposer Indonesia dan mancanegara itu bakal digelar 29-30 September 2011.

    Racikan mereka mengacu pada puisi-puisi gubahan sastrawan Goenawan Mohamad, salah satunya berjudul Pastoral. Komposisi musik Pastoral yang dibuat oleh Tony Prabowo dan akan dibawakan oleh Momenta Quartet itu dipilih menjadi judul keseluruhan pertunjukan ini.

    Konser musik Pastoral dipentaskan untuk pertama kalinya di Tonic Auditorium, New York, Amerika Serikat, pada 2006, sebelum kemudian berkeliling ke Tokyo Yamate Kyokai, Tokyo, Jepang, (2006), Museum Nasional Singapura (2007), Barnes Hall dan Haverford College Roberts Hall, Marshall Auditorium, Universitas Cornell, Amerika Serikat, dan konser hall WMP, di New York, Amerika, (2011). Di Jakarta, Pastoral dipentaskan di panggung Graha Bhakti Budaya Taman Ismail Marzuki, Jakarta, di tahun yang sama.

    Sederet nama besar bakal meramaikan perhelatan ini, seperti Aning Katamsi, Adelaide Simbolon, Binu D. Sukaman, Momenta Quartet, Avip Priatna dan Batavia Madrigal Singers, serta Nyak Ina “Ubiet” Raesuki. “Untuk pertunjukan nanti, tidak ada perbedaan atau kebaruan apa pun. Sama saja seperti tahun 2006 lalu,” kata Tony kepada Tempo.

    Pastoral, menurut Tony, tergolong karya tingkat tinggi yang tidak mudah dibongkar pasang sembarangan. “Tekniknya cukup sulit dan butuh pemahaman tinggi,” katanya.

    Tony juga menggubah komposisi Tentang Pantai, Doa Persembunyian, dan Funural Pyre, serta beberapa judul puisi milik Goenawan. “Funural Pyre akan dibawakan oleh Ubiet, diiringi biola dan pre-recorder tape,” katanya. Total, tak kurang ada sekitar 12 tajuk puisi yang akan dilantunkan.

    Selain Tony, Ananda Sukarlan, komposer dan pianis asal Australia, Betty Beath dan Jarrad Powell, juga turut ambil bagian. Ananda yang baru akan muncul di hari kedua, membuat komposisi berdasarkan empat puisi, di antaranya Sajak Untuk Bungbung dan Perjalanan Malam.

    Untuk konser kali ini, tata panggung akan dibuat semanis mungkin. Sentuhan rak-rak buku besar yang dialasi hidrolik hingga bisa memutar, memunculkan kesan santai dan nyaman. “Set panggung diserahkan sepenuhnya kepada Hardiman, yang pernah terlibat di drama musikal “Onrop”,” katanya.

    AGUSLIA HIDAYAH


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menghilangkan Bau Amis Ikan, Simak Beberapa Tipsnya

    Ikan adalah salah satu bahan makanan yang sangat kaya manfaat. Namun terkadang orang malas mengkonsumsinya karena adanya bau amis ikan yang menyengat.