Novel Perdana Arthur Conan Doyle Beredar  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sampul novel The Narrative of John Smith (kiri) dan Arthur Conan Doyle. Foto: en.wikipedia.org

    Sampul novel The Narrative of John Smith (kiri) dan Arthur Conan Doyle. Foto: en.wikipedia.org

    TEMPO Interaktif, London - Novel perdana karya Sir Arthur Conan Doyle, si pencipta Sherlock Holmes yang pernah "hilang" itu, akhirnya diterbitkan hari ini, Senin, 26 September 2011. Novel The Narrative of John Smith itu ditulis antara 1883 dan 1884 serta mengandung kilasan menarik dari pikiran Doyle muda (saat itu berusia di awal 20-an tahun).

    Manuskrip buku itu diambil dari koleksi surat-surat pribadi yang muncul dalam sebuah pelelangan pada 2004 dan dibeli British Library seharga hampir 1 juta poundsterling atau Rp 14 miliar. Novel yang ditulis dalam empat buku catatan setebal 130 halaman itu kini tersedia dalam bentuk buku dan diedarkan ke seluruh dunia, bersamaan dengan pameran memorabilia Conan Doyle di British Library, London, Inggris.

    Sebenarnya, Doyle tak ingin buku pertamanya itu diterbitkan. Beberapa tahun setelah menulis The Narrative, Doyle pernah mengatakan bahwa dia merasa ngeri jika buku itu dicetak. Tapi para akademisi mendukung penerbitannya karena sumbangannya untuk memahami karya Doyle kemudian.

    "Buku ini memberi kita suatu pandangan unik ke dalam perkembangan pikiran kreatif sang pengarang," kata Rachel Foss, salah satu penyunting The Narrative. "Ini usaha pertamanya untuk menjalani transisi dari penulis cerita pendek ke penulis novel."

    Novel itu mengisahkan seorang lelaki tua berusia 50 tahun yang terkena encok dan terpaksa tidur di dipan selama sepekan. Dia kemudian berusaha untuk menulis sebuah buku dan menjelaskan pandangannya secara terperinci mengenai topik-topik, seperti kedokteran, agama, sastra, dan desain interior. Banyak dari pendapatnya yang menggemakan pikiran Doyle, seperti kepercayaannya terhadap pentingnya ilmu pengetahuan dan kedokteran serta keraguannya terhadap dogma agama.

    IWANK | THE INDEPENDENT


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Satu Tahun Bersama Covid-19, Wabah yang Bermula dari Lantai Dansa

    Genap satu tahun Indonesia menghadapi pandemi Covid-19. Kasus pertama akibat virus corona, pertama kali diumumkan pada 2 Maret 2020.