Big Band ini Tetap Latihan Meski Jarang Tampil  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pertunjukan musik Jazz Salamander Big Band di Gedung Kesenian Jakarta, Rabu malam (10/9). Foto: TEMPO/Rosdianahangka

    Pertunjukan musik Jazz Salamander Big Band di Gedung Kesenian Jakarta, Rabu malam (10/9). Foto: TEMPO/Rosdianahangka

    TEMPO Interaktif, Bandung -Big Band Salamander dibentuk mendadak pada 17 September 2006. Setelah berhenti jadi dosen dan meninggalkan Big Band ITB, Devy Ferdianto, ditawari almarhum Wawan Juanda untuk mengisi acara yang dibuatnya, Jazztival 2006, di Bumi Sangkuriang, Bandung.

    Bersama Imelda Rosalin jebolan Big Band ITB, mereka kemudian mencari para pemain hingga terkumpul 25 orang. "Sampai sekarang formasinya sebagian besar masih tetap, hanya 3 orang yang ganti," kata lulusan Desain Grafis ITB itu.

    Seleksi alam itu karena bergabung di Salamander cukup sulit. Menurut pianis sekaligus vokalis, Imelda Rosalin, para anggota yang besar di marching band, big band kampus, atau musisi alat tiup, serta pemain band lepas itu harus disiplin latihan.

    "Big band itu harus latihan. Sejago-jagonya main kalau nggak latihan bakal jelek,"� kata kakak Dee Lestari itu. Pertemuan rutin itu menjalin para pemainnya sebagai keluarga. Salamander pun menjadi rumah musik jazz, bukan tempat singgah atau batu loncatan para musisinya.

    Setiap Senin dari pukul 18.00-22.00 WIB, mereka wajib datang dan berlatih di Balai Pertemuan Bumi Sangkuriang, walau terhitung jarang pentas. "Diundang main 4 kali dalam setahun saja sudah bagus, karena segmen kecil, apalagi jazz,"� katanya. Biasanya mereka diminta tampil di acara pernikahan dengan tarif Rp 25 hingga 40 juta. Kini, sejumlah bos penggemar jazz yang pernah kuliah di Bandung seperti MS. Hidayat dan Arifin Panigoro, ikut membantu untuk ongkos latihan, promosi, dan sound system.

    Big band yang pernah tampil di Java Jazz dan Jakjazz itu sekarang beringsut mundur dari panggung festival. Sebabnya, mereka pernah kecewa berat karena panitia tidak memberikan tempat yang layak akustik. "Kita pernah ditempatkan main di lobby hotel, tapi big band asing di ruangan tertutup,"� kata Devy.

    Walau begitu, mereka tetap menghidupkan musik jazz di Bandung. Selain terus mengasah kemampuan pemainnya, Salamander menyiapkan regenerasi big band. Sejak dua tahun lalu mereka melatih permainan Sangkuriang Youth Jazz Orchestra yang beranggotakan siswa sekolah menengah pertama hingga mahasiswa.

    ANWAR SISWADI


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    5 Obat Sakit Perut Alami

    Berikut bahan alami yang kamu perlukan untuk membuat obat sakit perut alami di rumah.