Briptu Norman Mundur dari Brimob  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Briptu Norman Kamaru.  ANTARA/Rosa Panggabean

    Briptu Norman Kamaru. ANTARA/Rosa Panggabean

    TEMPO Interaktif, Gorontalo - Briptu Norman Kamaru, anggota Brimob Gorontalo yang terkenal dengan video lip sync lagu Chaiya chaiya, menyatakan mundur dari anggota Brimob Gorontalo.

    "Saya menyatakan mundur dari anggota Brimob," kata Norman kepada wartawan di Gorontalo, Jumat, 16 September 2011.

    Alasan mundurnya Norman dari anggota Brimob itu menurutnya tidak ada hubungannya dengan kariernya di dunia musik. Pengunduran diri ini murni karena tidak ingin melanjutkan lagi menjadi anggota Brimob.

    "Kemunduran saya ini tidak ada hubungannya dengan karier di dunia musik. Saya murni mundur karena tidak ingin lagi menjadi anggota Brimob," ujarnya.

    Dia juga menyatakan surat pernyataan pensiun dini dari anggota Brimob telah masuk di Polda Gorontalo, tapi tidak mendapat persetujuan dari Polda.

    Untuk itu dirinya dan kedua orang tuanya berencana berangkat menghadap Mabes Polri pada Sabtu, 17 September 2011, untuk mengajukan surat permohonan berhenti dari anggota Brimob.

    Sementara itu ayah Norman, Idris Kamaru, menyatakan dukungan pengunduran diri Norman dari anggota Brimob.

    "Kami mendukung keputusan Norman, dan akan mendampinginya menghadap Mabes Polri besok," kata Idris.

    Sebelumnya Norman pernah menyatakan tidak akan pernah mundur dari anggota kepolisian dan tidak ingin melanjutkan kariernya di dunia musik.

    Pada 8 September Norman pernah diamankan oleh Polres Bolaang Mongondow, Sulawesi Utara, saat melakukan sesi pengambilan foto dan video klip lagu Cinta Gila ciptaan Farhat Abas di Madrasah Aliyah Negeri.

    Norman juga sempat terancam sanksi kurungan badan dari kesatuannya. Kejadian itu merupakan kedua kalinya Norman Kamaru melakukan pelanggaran disiplin.

    Dia juga pernah diberi sanksi akibat melakukan syuting di salah satu televisi swasta tanpa izin pimpinan.

    ANTARA| LIS



     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Revisi UU ITE Setelah Memakan Sejumlah Korban

    Presiden Jokowi membuka ruang untuk revisi Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik, disebut UU ITE. Aturan itu kerap memicu kontroversi.