5 Hal tentang Miss Universe Leila Lopes  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Leila Lopes. REUTERS/Paulo Whitaker

    Leila Lopes. REUTERS/Paulo Whitaker

    TEMPO Interaktif, Gadis itu tersenyum sumringah ketika, Senin, 12 September 2011 malam waktu setempat, di atas kepalanya tersemat mahkota Miss Universe sebagai penanda bahwa dirinya adalah perempuan tercantik sejagad.

    Siapa dia? Perempuan ayu itu tak lain adalah Leila Lopes asal Angola, negeri di Afrika hitam, seorang aktivis gerakan sosial yang berjuang melawan penyebaran AIDS dan kemiskinan.

    "Aku telah bekerja dengan beragam kegiatan sosial untuk anak-anak miskin, melawan penyebaran HIV, serta melakukan banyak hal yang dibutuhkan negeriku," ujarnya pada suatu kesempatan. "Saya pikir sekarang ini sebagai Miss Universe, saya akan sanggup bekerja lebih banyak lagi."

    Mojang 25 tahun itu, kendati telah dinobatkan sebagai ratu cantik sejagat, namun tetap bertekad akan melanjutkan kegiatan sosial untuk membantu sesama manusia. Di balik kecantikan dan kesederhanaannya dalam pesta perayaan kemenangan, ada 5 hal yang perlu diketahui tentang Nona Lopes.

    1. Pendidikan
    Dilahirkan di Provinsi Benguela, Angola, Lopes menempuh pendidikan di bidang manajemen bisnis di Inggris Raya. Dia juga pernah meraih mahkota kecantikan sebagai Miss Angola pada 8 Oktober 2010.

    2. Hidup Sederhana
    Untuk menjaga kecantikannya, Lopes memperhatikan tiga hal, yakni tidur cukup, mengenakan sunblock, dan minum air putih. Lopes jelaskan kepada juri bahwa dirinya tak pernah melakukan operasi kecantikan untuk mengubah penampilannya. Dia merekomendasikan agar selalu tidur cukup, menggunakan pelindung sengatan matahari ketika di luar rumah, dan minum air putih yang banyak untuk menjaga kecantikan.

    3. Toleran
    Lopes merupakan perempuan Angola pertama atau gadis keempat kulit hitam yang meraih mahkota Miss Universe setelah sebelumnya disabet wanita cantik Trinidad dan Tobago, Janelle Commissiong; Mpule Kwelagobe dari Botswana; dan Wendy Fitzwilliam, gadis Trinidad dan Tobago. Dalam pidato kemenangannya tentang toleransi, dia katakan, "Sikap rasis sesungguhnya membutuhkan bantuan. Sudah tak cocok untuk kehidupan abad ke-21," ucapnya.

    4. Berbahasa Portugis
    Di depan juri, dia berbahasa Portugis, bahasa resmi Angola selaku negeri bekas jajahan Portugal.

    5. Pakaian Warna-warni
    Salah satu pakaian yang dikenakan pada acara itu adalah sebuah pakaian warna-warni dengan hiasan kerang dipadu dengan ikan dan terumbu karang yang terbuat dari plastik dan kain tebal berbulu halus. Lopes tak hanya ingin tampil cantik dari luar seperti dilihat dunia, melainkan ingin cantik dari dalam. "Saya mengingatkan diri saya sendiri bahwa perempuan itu perlu pula menjaga kecantikan dari dalam dirinya."

    PEOPLE | CA


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rekor Selama Setahun Bersama Covid-19

    Covid-19 telah bersarang di tanah air selama setahun. Sejumlah rekor dibuat oleh pandemi virus corona. Kabar baik datang dari vaksinasi.