Peserta Kongres Bahasa Jawa Dilarang Pakai Bahasa Lain  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • huruf jawa

    huruf jawa

    TEMPO Interaktif, Surabaya - Panitia Kongres Bahasa Jawa V mewajibkan seluruh pembicara dan peserta berkomunikasi menggunakan bahasa Jawa saat kongres berlangsung. Kongres Bahasa Jawa V akan digelar di Hotel JW Marriot Surabaya pada 27-30 November 2011.

    Ketua Pelaksana Kongres Bahasa Jawa V, Hizbul Wathon, mengatakan dalam kongres-kongres sebelumnya panitia tidak mengatur masalah bahasa komunikasi ini. Jadi, baik pejabat yang memberikan sambutan, pemakalah, maupun peserta kongres hampir seluruhnya memakai bahasa Indonesia dalam berkomunikasi.

    “Ini kan ironis. Kongresnya membahas upaya pelestarian bahasa Jawa, tapi pesertanya berbicara dengan bahasa lain,” kata Hizbul, Senin 22 Agustus 2011.

    Dalam Kongres Bahasa Jawa IV di Semarang 2006 lalu, kata Hizbul, persoalan bahasa ini sempat diprotes oleh delegasi asal Suriname. Sebab, mereka justru tidak paham dengan bahasa pengantar kongres yang kebanyakan menggunakan bahasa Indonesia.

    “Mereka kecewa karena jauh-jauh datang ke Indonesia tapi tidak mengerti dengan bahasa di arena kongres,” ujar Hizbul yang juga Kepala Bagian Kebudayaan dan Pariwisata Biro Administrasi Kemasyarakatan Pemerintah Provinsi Jawa Timur ini.

    Di kongres kelima yang menelan biaya sekitar Rp 4 miliar ini panitia mengundang 600 peserta. Mereka dibagi atas peserta dari Jawa Timur, Jawa Tengah, Yogyakarta, dan perwakilan seluruh Indonesia.

    Untuk menghindari membeludaknya pengikut kongres, Hizbul akan menyeleksi peserta berdasarkan kompetensi yang dimiliki, khususnya di bidang pelestarian bahasa Jawa.

    Misalnya dari kalangan pendidik bahasa Jawa, pengamat, sastrawan serta tokoh-tokoh yang mempunyai kepedulian terhadap pelestarian bahasa Jawa. “Peserta dari Suriname tetap kami undang,” kata dia.

    Panitia bagian hubungan masyarakat, Aryo Tumoro, menambahkan selain menyeleksi jumlah peserta, panitia juga menyeleksi makalah-makalah yang akan ditampilkan di forum. Karena itu sejak saat ini panitia mulai menerima makalah dari peserta. “Nanti kami seleksi berdasarkan topik yang dibahas,” ujar Ario.

    KUKUH S. WIBOWO


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jangan Unggah Sertifikat Vaksinasi Covid-19 ke Media Sosial

    Menkominfo Johnny G. Plate menjelaskan sejumlah bahaya bila penerima vaksin Sinovac mengunggah atau membagikan foto sertifikat vaksinasi Covid-19.