Liam Gallagher Gugat Noel Gallagher  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Liam Gallagher. Foto: guardian.co.uk

    Liam Gallagher. Foto: guardian.co.uk

    TEMPO Interaktif, London - Eks vokalis Oasis Liam Gallagher menggugat bekas gitaris Oasis yang juga kakaknya, Noel Gallagher, di Pengadilan Tinggi London, Inggris, Kamis, 18 Agustus 2011. Liam menuding Noel berbohong.

    Liam, 38 tahun, menuding Noel, 44 tahun, memfitnahnya. Gugatan Liam terkait pernyataan Noel yang mengatakan sebuah konser Oasis dibatalkan karena Liam mabuk.

    Menurut Liam, pernyataan Noel tersebut menodai profesionalismenya. Liam ingin Noel meminta maaf. Permintaan tersebut dikirim Liam melalui surat ke Noel melalui pengacara Liam, Carter-Ruck.

    Ketika permintaan tersebut tidak digubris, Liam memutuskan membawa kasus tersebut ke Pengadilan Tinggi di London. Langkah Liam memanaskan perseteruan antara dua bersaudara tersebut.

    Keduanya semakin sering berpolemik setelah Oasis pecah pada 2009.

    Gugatan Liam dipicu sebuah konferensi pers yang digelar Noel bulan lalu. Saat itu Noel mengatakan Oasis batal tampil di 2009 V Festival karena Liam mabuk. Alasan resmi yang diberikan saat itu adalah Liam sakit laryngitis.

    Menanggapi pernyataan Noel, Liam mengatakan, "Itu bohong. Saya ingin para penggemar Oasis mengetahui kebenaran yang ada. Saya sangat marah ketika tidak bisa tampil di konser karena saya tidak mau mengecewakan penggemar. Yang benar adalah saat itu saya sakit laryngitis yang didiagnosis dokter, sehingga saya tidak bisa tampil malam itu."

    Noel juga mengatakan salah satu alasan Oasis pecah adalah karena Liam ingin mempromosikan label pakaian miliknya, Pretty Green, dalam tur terakhir Oasis. Menanggapi itu, Liam mengatakan, "Ada banyak alasan mengapa Oasis bubar. Tapi itu tidak ada hubungannya dengan label pakaian saya."

    Belum ada tanggapan dari Noel mengenai gugatan Liam tersebut.

    THE SUN | KODRAT



     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Data yang Dikumpulkan Facebook Juga Melalui Instagram dan WhatsApp

    Meskipun sudah menjadi rahasia umum bahwa Facebook mengumpulkan data dari penggunanya, tidak banyak yang menyadari jenis data apa yang dikumpulkan.