Raul Lemos-Global TV Berdamai

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Raul dan Krisdayanti. Tempo/Bernada Rurit

    Raul dan Krisdayanti. Tempo/Bernada Rurit

    TEMPO Interaktif, Jakarta - Sengketa Raul Lemos dengan Global TV berujung perdamaian. Di Dewan Pers pada Selasa 16 Agustus 2011, Suami penyanyi Krisdayanti ini bermufakat tak ada permusuhan lagi dengan reporter hiburan Global TV.

    "Soal mereka ribut dengan wartawan tv akhirnya selesai, saling salaman mereka," ujar Ketua Dewan Pers Bagir Manan yang dihubungi Selasa, 16 Agustus 2011.

    Dewan Pers, menurut Bagir, telah menjadi mediator keributan artis dan pewarta ini sebanyak tiga kali. Pada mediasi terakhir, Raul yang juga pengusaha asal Timor Leste meminta maaf kepada dua reporter Global yaitu Aditya dan Zaky Makmun. "Global TV juga berjanji akan menarik perkaranya di kepolisian," ujar Bagir.

    Kisruh antara Raul dan Global TV bermula pada kejadian 25 Juli 2011 di Bandara Soekarno-Hatta. Ketika itu Raul dan KD keluar dari Terminal 2F. Melihat KD datang, Zaky dan Adit hendak mewawancarai Krisdayanti.  

    Namun, permintaan wawancara itu ditolak oleh Raul yang memang diketahui tidak suka publikasi. Lantaran menolak, Zaky mengurungkan niat untuk wawancara KD. Namun, Adit tetap merekam gambar. Raul pun marah dan mencekik leher Zaky.

    Global TV melaporkan kasus keributan Raul dan dua wartawannya ke Kepolisian dan Dewan Pers. Menurut Pemimpin Redaksi Global TV Arya Sinulingga, pelaporan ke kepolisian untuk mengusut dugaan tindak kriminal oleh Raul.

    Arya mengakui bahwa Dewan Pers menyarankan agar gugatan ke kepolisian dicabut. "Kami akan cabut," ujar dia. Lagipula Raul di depan Dewan Pers sudah berjanji tidak mengulangi lagi. "Dia meminta maaf ke wartawan kami, dia menghargai kerja wartawan kami," ujar Arya yang dihubungi terpisah.

    Raul pun tidak meminta syarat apapun dalam perdamaian siang ini. "Dia mengakui kesalahan," ujar Arya. Maka mekanisme di Dewan Pers ini, Ia melanjutkan, merupakan media terbaik karena dua pihak sudah saling menerima konsep perdamaian tanpa syarat apapun.

    DIANING SARI



     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Indonesia dapat Belajar dari Gelombang Kedua Wabah Covid-19 di India

    Gelombang kedua wabah Covid-19 memukul India. Pukulan gelombang kedua ini lebih gawat dibandingkan Februari 2021.