Avip Priatna Gelar Simfoni untuk Bangsa 2011  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pementasan Opera Kali  di Komunitas Salihara, Jakarta , Minggu (22/11). Opera Kali adalah interpretasi Mahabharata. Naskah oleh Goenawan Mohamad,komposisi musik karya Tony Prabowo,sutradara Jay Subiyakto, dan konduktor musik Avip Priatna.Tempo/Arnold

    Pementasan Opera Kali di Komunitas Salihara, Jakarta , Minggu (22/11). Opera Kali adalah interpretasi Mahabharata. Naskah oleh Goenawan Mohamad,komposisi musik karya Tony Prabowo,sutradara Jay Subiyakto, dan konduktor musik Avip Priatna.Tempo/Arnold

    TEMPO Interaktif, Jakarta - Konduktor muda Avip Priatna akan menggelar konser "Simfoni Untuk Bangsa 2011" di Aula Simfonia, Jakarta Pusat, Selasa, 16 Agustus 2011, pukul 19.30 WIB. Konser yang diadakan oleh The Resonanz Music Studio ini untuk merayakan HUT Kemerdekaan RI ke-66.

    Seperti biasa, Avip bakal menampilkan ensembel vokal Batavia Madrigal Singers (BMS) dan diiringi Jakarta Concert Orchestra (JCO). "Pertunjukan ini untuk mengenang kembali jasa para pahlawan memperoleh kemerdekaan dan bagaimana usaha kita mengajak para pecinta musik Indonesia menikmati karya komposer dunia,” jelas Avip menyebut karya Gioachino Rossini, komposer besar Indonesia Ismail Marzuki, Binsar Sitompul, sampai karya Guruh Soekarno Putra yang akan tampil.

    Menurut Avip, sajiannya bertujuan untuk menyadarkan keluhuran budaya dan menghargai keberagaman. Lagu-lagu berbagai daerah di Indonesia pun ditampilkan dalam kemasan menarik oleh Batavia Madrigal Singers.

    Kelompok paduan suara yang pernah memperoleh berbagai penghargaan dari berbagai festival dan kompetisi paduan suara internasional ini akan didukung penampilan dari Aning Katamsi (soprano), Farman Purnama (tenor), dan Cecilia Ratna (piano).

    Konser sarat nasionalisme Indonesia ini memberi kesempatan bagi musisi muda Indonesia untuk berkarya dan mengangkat tema keindonesiaan. Kecintaan terhadap Tanah Air akan ditampilkan oleh Guruh Sukarno Putra seperti Simfoni Raya dan Untukmu Indonesiaku.

    "Karya dengan semangat keindonesiaan dan berakar pada budaya Indonesia ini terbukti sangat memukau, berpotensi ditampilkan di ajang musik internasional, dan kembali mengangkat harumnya nama bangsa di mata dunia," kata Avip.

    The Resonanz Children Choir, paduan suara anak-anak dari sekolah musik The Resonanz Music Studio, juga akan tampil menunjukkan kecintaan mereka terhadap negeri dan melestarikan nilai-nilai keindonesiaan. Karya-karya Ibu Sud dengan tema budi pekerti dan cinta lingkungan akan dibawakan dalam konser ini.

    Semangat dan kecintaan menjadi tema pertunjukan persembahan Jakarta Concert Orchestra, pimpinan Avip. Konduktor muda Indonesia yang telah memperoleh beragam penghargaan internasional dalam bidang musik justru berpegang teguh pada akar budaya Indonesia.

    Saat ini Avip bekerja sebagai konduktor dan direktur musik Batavia Madrigal Singers (BMS) dan Jakarta Concert Orchestra (JCO) yang ia dirikan bersama Toeti Heraty Roosseno pada 2002. Ia sering diundang sebagai juri kompetisi paduan suara, baik di kompetisi paduan suara nasional maupun internasional.

    Baru-baru ini, BMS menyabet lima dari 11 penghargaan di Torrevieja 57 Certamen Internacional De Habaneras y Polifonia, di Spanyol, termasuk juara pertama dengan merebut tropi Juan Aparicio, serta penghargaan kepada Avip Priatna sebagai konduktor terbaik

    Kompetisi yang berlangsung 23-30 Juli 2011 lalu ini, diikuti 17 paduan suara dari 14 negara, yaitu Kenya, Spanyol, Austria, Latvia, Venezuela, Equador, Cina, Serbia, Polandia, Italia, Kolombia, Bulgaria, dan Indonesia.

    Avip Priatna belajar choir conducting dari Prof. Gunther Theuring dan orchestral conducting dari dirigen terkenal, Leopold Hager, kemudian menyelesaikan Magister Artium dengan beasiswa dari Universitas Katolik Parahyangan pada 1998.

    EVIETA FADJAR


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rekor Selama Setahun Bersama Covid-19

    Covid-19 telah bersarang di tanah air selama setahun. Sejumlah rekor dibuat oleh pandemi virus corona. Kabar baik datang dari vaksinasi.