Angelina Sondakh: Saya Punya Kekasih  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Angelina Sondakh. ANTARA/Teresia May

    Angelina Sondakh. ANTARA/Teresia May

    TEMPO Interaktif, Jakarta - Angelina Sondakh terlihat lebih lepas dari hari-hari biasanya, Ahad, 7 Agustus 2011. Suaranya yang cenderung bariton mengalir dari bibir istri mendiang Adjie Massaid ini ketika melayani cecaran pertanyaan juru warta hingga lebih dari setengah jam di rumahnya di Taman Cilandak, Jakarta Selatan.

    Ia menjawab lancar semua pertanyaan. Padahal, di antaranya ada yang rentan mengundang gosip. Bahkan, di hampir setiap jawaban, Angie--sapaan akrabnya--menyelipkan tawa yang berderai.

    Sebuah contoh bisa dilihat ketika Angie ditanya soal masa depan Zahwa dan Aliya setelah Adjie Massaid meninggal dunia. Dengan menunjukkan perasaan legawa, Angie membebaskan mereka memilih mengikuti dirinya atau Reza Artamevia, istri pertama Adjie. "Meskipun, pesan Mas Adjie, saya harus mengasuh anak-anak. Itu artinya saya harus mengurusi anak-anak meski tidak tinggal dengan saya," ujar Angie.

    Pada akhirnya Aliya memilih tinggal bersama Reza. Sedangkan Zahwa tetap bersama Angie.

    Contoh lain ketika Angie dimintai konfirmasi soal gosip hubungan spesial dengan Mudjie, adik kandung Adjie Massaid. Seraya tertawa berderai, Angie cuma menjawab, "Alhamdulillah, dapat fitnah lagi. Berarti dosa saya berkurang lagi."

    Di rumahnya yang asri, Angie lebih terbuka. Tidak ada lagi air mata ketika ia mengenang Adjie. "Saya ada kekasih jiwa, Allah. Yang bisa saya dekati tanpa harus BBM-an atau telepon," katanya lagi.

    Berikut wawancara dengan juru warta dan pekerja infotainment setelah Angie menggelar buka puasa bersama puluhan anak-anak yatim dari Yayasan Al-Amin, Jakarta Selatan, dan Angie Lovers, penggemar-penggemarnya.

    Ada acara apa menggelar buka puasa bareng anak-anak yatim dan para penggemar?

    Jadi, hari ini memperingati ulang tahun Mas Adjie. Ini hari kelahirannya. Kebetulan ini teman-teman Adjie & Angie Lovers sejak pertama didirikan ingin mengadakan gathering. Akhirnya berkat Manda, Windi, dan Icha--para pendiri komunitas penggemar Angie--memutuskan berkumpul bersama-sama. Karena memang dari sekian banyak teman di Twitter, mereka inilah yang sering memberikan dukungan kepada saya (sembari menunjuk). Angie Lovers memberikan makna begitu penting buat saya. Persahabatan bisa terjadi di mana saja. Bisa ada di tempat yang tidak kita pikirkan. Saya berterima kasih kepada mereka.

    Kenapa memilih hari lahir Adjie buat adakan buka puasa bersama?

    Sekalian mendoakan juga. Karena mereka mencintai kami berdua dan keluarga. Saya yakin surga ada buat Mas Adjie.

    Ini jadi Ramadan pertama tanpa Adjie. Bagaimana Mbak Angie menjalani puasanya?

    Iya, puasa pertama tanpa Mas Adjie. Yang berbeda pasti banyak. Karena saya mualaf, ketika saya (hidup) bersama Mas Adjie banyak menggantungkan ibadah bersama Mas Adjie, termasuk salat dan puasa. Memang akhirnya tanpa mas Adjie saya harus menjalani sendiri, berusaha mempelajari Islam lebih baik lagi. Yang penting adalah pemahaman terhadap Allah subhanahu wa ta'ala. Tidak sekadar mempelajari, tapi yakin kepada Allah. Berkat dukungan teman-teman, insya Allah Ramadan ini bisa memberikan pelajaran buat saya, paling tidak bisa dekat dengan Allah.

    Ada hikmah yang dipetik ketika memutuskan menjadi mualaf?

    Hikmahnya adalah Allah sayang kepada saya. Diberi ujian berarti tanda Allah cinta. Allah memanggil saya supaya lebih dekat, bersandar, dan meyakini hanya Dia yang bisa menolong. Pertolongan Allah bisa melalui siapa saja, termasuk teman-teman Angie Lovers. Yang tidak pernah saya bayangkan, dukungan datang begitu deras dari teman-teman, di kala mungkin banyak orang mencaci maki dan menghina. Saya sangat berterima kasih dan terharu dengan teman-teman. Insya Allah di bulan suci ini diberi pahala luar biasa karena saya pasti tidak bisa membalas.

    Kenangan-kenangan apa saja saat menjalani puasa dengan Adjie?

    Banyak. Karena saya dan Mas Adjie satu kantor. Misalkan mau berbuka puasa, bisa menghabiskan waktu jalan-jalan ke mal. Menunggu detik-detik berbuka sungguh kami nanti-nantikan. Di bulan puasa pasti kami menghindari berdebat. Jadi, diskusi yang muncul adalah diskusi yang indah dan menyenangkan. Yang saya rindukan adalah saat menantikan buka puasa dan sahur. Mas Adjie adalah orang yang membangunkan kami semua di rumah. Mengajak kami salat, puasa full. Itu yang hilang dari saya. Tapi alhamdulillah digantikan oleh teman-teman.

    Menu apa yang biasanya ada ketika Adjie masih hidup?

    Paling makanan-makanan Indonesia. Kalau makanan Indonesia pasti saya yang masak. Kalau makanan Italia atau Belanda, biasanya Mas Adjie. Saya bagian desert-nya. Itu yang hilang. Apalagi mungkin pas Lebaran nanti. Karena keluarga saya kan Nasrani, jadi Lebaran mungkin akan menjadi yang sepi bagi saya. Biasanya kami cium tangan suami, berlebaran bersama-sama. Sebenarnya tahun sekarang Adjie merencanakan berlebaran di rumah ini. Mungkin dia bangga dengan hasil jerih payahnya. Tapi Allah berkehendak lain, sehingga rencana tersebut tidak terlaksana.

    Bagaimana Zahwa dan Aliya setelah Adjie Massaid berpulang? Apakah tetap bersama Mbak atau ikut dengan Reza?

    Zahwa yang ikut dengan saya. Kalau misalkan Aliya main ke sini, selalu buka puasa bersama. Saya selalu mengingatkan anak-anak, mendoakan Daddy-nya. Tidak ada masalah, anak-anak mau tinggal di sini atau di rumah ibunya. Yang penting mereka mendapatkan kasih sayang yang baik. Saya rasa ini impian semua orang tua. Apa lagi mereka tinggal dengan Mas Adjie sejak kecil, saya tidak ingin membebani mereka. Dari Ibu Reza dan saya tidak ada masalah. Saya rasa semua orang ingin mengasuh anak yatim, kok. Sangat tidak bijaksana meributkan di mana mereka harus tinggal.

    Saya bicara sama Zahwa kapan pun akan tinggal dengan ibunya, mami enggak akan tahan karena itu adalah hak Zahwa. Pesan Daddy, saya harus mengasuh anak-anak, artinya saya harus tetap mengurusi anak-anak meski tidak tinggal dengan saya. Saya tidak dalam posisi menahan siapa pun. Yang penting mereka menemukan kebahagiaan.

    Apa rencana lebaran Idul Fitri nanti?

    Sama Keanu aja. Dengan sendiri, saya bisa beribadah. Jadi lebih dekat dengan Allah. Itu indah sekali. Saya belum menemukan indahnya salat seperti sekarang ini. Salat tidak cepat-cepat, tapi betul-betul, ketika kita sujud, mengakui kebesaran Allah.

    Terkait tudingan Nazaruddin soal kasus suap Kementerian Pemuda dan Olahraga, KPK akan memanggil Mbak? Apa tanggapan Mbak?

    Kalau itu, saya rasa tidak perlu dikomentari. Artinya fakta yang akan menunjukkan. Dari awal saya tidak ingin mengomentari komentar orang yang ada di tempat persembunyian. Jadi kalau ada kelanjutannya, saya siap dipanggil KPK. Saya sangat siap dimintai keterangan. Yang penting saat ini, kita biarkan KPK bekerja profesional. Tidak perlu diintervensi. Di bulan ini rasanya saya lebih enak menikmati kedekatan dengan Allah.

    Ada langkah-langkah untuk menghadapi KPK nanti?

    Lihat saja nanti. Kalau KPK ada niat memanggil, kita selalu siap dimintai klarifikasi.

    Dengar-dengar lagi menyiapkan album Mbak?

    Oh iya. Bersama Maia, kami lagi selesaikan album Menyanyi Bersama Keanu Part 2. Ada sahwa di situ. Sekarang juga lagi mempersiapkan album duet bersama dengan Kak Mudji. Kak Mudji adalah adik yang dekat dengan Mas Adjie. Kak Mudji sangat membantu saya, Zahwa, Aliya, dan Keanu. Dia ikut besarkan mereka. Dia tinggal di Belanda. Sebelum Adjie meninggal dunia, setiap tahun juga datang ke sini. Rutin.

    MUSTHOLIH | SYIFA JUNITA


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kapolri Keluarkan 11 Langkah dalam Pedoman Penerapan UU ITE

    Kepala Kepolisian RI Jenderal atau Kapolri Listyo Sigit Prabowo mengeluarkan pertimbangan atas perkembangan situasi nasional terkait penerapan UU ITE.